Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Rakyat pada 2029

Kaltimnewsroom.com – Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia dapat tercapai pada tahun 2029. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan optimisme bahwa target tersebut realistis bila seluruh pihak bersinergi.
Gus Ipul menegaskan, Kementerian Sosial telah menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pihak swasta untuk mempercepat pembangunan. Ia menekankan bahwa pola pembangunan dilakukan secara bertahap dengan target minimal 100 sekolah setiap tahun.
“Minimal ya. Kalau 100 (sekolah) setiap tahun berarti kan tahun ini 100, tahun depan 100, tahun berikutnya 100,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, target tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar akses pendidikan semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Jadi bisa tercapai itu harapan Bapak Presiden itu. Dan untuk itulah, kami koordinasi dengan Kementerian PU. Karena yang membangun sarana prasarana itu adalah Kementerian PU,” sambungnya.
Peran Kementerian PU
Kemensos bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan memastikan pembangunan sarana dan prasarana sekolah berjalan sesuai standar.
“Jadi bisa tercapai itu harapan Bapak Presiden itu. Dan untuk itulah, kami koordinasi dengan Kementerian PU. Karena yang membangun sarana prasarana itu adalah Kementerian PU,” sambungnya.
Adapun pada tahun 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi dan tersebar di 34 provinsi. Rinciannya, Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.
Gus Ipul mengatakan, seiring dengan pembangunan gedung sekolah permanen, Kemensos bakal menyiapkan seleksi siswa, tenaga kependidikan serta operasional yang dibutuhkan.
Para murid yang nantinya mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik curang dalam proses perekrutan siswa-siswi.
“Yang penting adalah yang bisa sekolah di sini adalah (anak-anak) dari keluarga yang paling tidak mampu. Dan itu tidak boleh ada suap-menyuap, tidak boleh sogok-menyogok, tidak boleh ada titipan-titipan. Itu enggak boleh ya, memang harus mereka yang layak memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di sini,” tegas Gus Ipul.
“Dengan begitu, insya Allah akan makin banyak yang punya kesempatan untuk sekolah di Sekolah Rakyat,” imbuhnya.
Target Presiden Prabowo
Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan telah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat permanen sebanyak 500 unit sampai pada tahun 2029. Hal itu ia sampaikan saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat rintisan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru di area Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
“Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai,” katanya.
Prabowo juga berharap program yang digagasnya ini mampu menjadi langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem antargenerasi.
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029 bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem Desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya, kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi,” jelasnya.
(*)


