KaltimNewsroom.com – Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong inovasi berbasis teknologi untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bencana.
Salah satu langkah yang dilakukan melalui peluncuran Platform SADAR (Samarinda Data dan Artificial Intelligence untuk Resiliensi), sebuah inovasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana.
Peluncuran platform tersebut berlangsung di Ruang Arutalla Bapperida Samarinda, Kamis (8/10/2026) siang.
Pemerintah Kota Samarinda mengembangkan SADAR melalui Bapperida dengan dukungan kerja sama bersama IBM Impact Accelerator dan Yayasan Kota Kita.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI harus berjalan beriringan dengan kebijaksanaan manusia (human wisdom).
Menurutnya, teknologi dapat membantu pemerintah mengolah data dan memetakan potensi risiko, tetapi manusia tetap memegang peran penting dalam menentukan kebijakan dan langkah penanganan yang tepat.
“Teknologi inteligensi harus berjalan secara paralel dan tumbuh bersama dengan human wisdom kita,” ujar Andi Harun.
SADAR Dorong Pemerintah Lebih Antisipatif
Melalui Platform SADAR, Pemkot Samarinda berupaya memperkuat tiga kapasitas utama dalam penanggulangan bencana, yakni kemampuan prediktif, preventif, dan responsif.
Ketiga aspek tersebut diharapkan membantu pemerintah mengenali potensi ancaman lebih awal, menyusun langkah pencegahan, serta meningkatkan kecepatan penanganan ketika bencana terjadi.
Andi Harun menjelaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan teknologi dalam menyelesaikan persoalan kebencanaan.
Pemerintah juga perlu memahami karakteristik lingkungan dan berbagai faktor yang memengaruhi tingkat risiko bencana.
“SADAR ini sebuah aplikasi dalam rangka adaptasi dan ketahanan soal tentang kebencanaan total. Kebencanaan perlu kita sadari, apalagi namanya inovasi ini adalah inovasi SADAR, bahwa pemecahan masalah itu tidak melulu menyerahkan pada teknologi,” ujar Andi Harun.
Ia menambahkan, pemerintah perlu memadukan hasil analisis teknologi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan dalam mengelola lingkungan.
Pertimbangan tersebut mencakup kebijakan tata ruang, intensitas hujan, topografi tanah, serta kondisi wilayah yang berpotensi memengaruhi terjadinya bencana.
“Jadi ada yang disebut pendekatannya adalah kependekatan teknologi intelijensi dengan human wisdom. Artinya kebijaksanaan atas kita mengelola dan memperlakukan lingkungan, termasuk dari sisi kebijakan soal tata ruang, soal intensitas hujan misalnya, soal topografi tanah, dan lain-lain,” jelasnya.
Perkuat Mitigasi Berbasis Data dan Evaluasi
Pemkot Samarinda juga menekankan pentingnya memastikan data dan analisis yang dihasilkan teknologi melalui pemeriksaan di lapangan, pendekatan ilmiah, serta evaluasi secara berkelanjutan.
Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat menggunakan informasi secara tepat dalam menyusun kebijakan kebencanaan.
Andi Harun menegaskan bahwa inovasi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
“Tapi pesan yang kita mau kirim bahwa pemerintah selalu belajar dan dari belajar itu, dari proses learning itu kita membuat inovasi agar langkah-langkah penanggulangan bencana itu tidak hanya atau tidak sekedar menunjukkan kehadiran kita pasca bencana terjadi. Tapi tadi kemampuan prediksi, kemampuan pencegahan, hingga kemampuan penanganan atau kapasiti respons kita, kapasitas penanggulangannya,” tegasnya.
Melalui pengembangan Platform SADAR, Pemkot Samarinda mendorong pendekatan penanggulangan bencana yang lebih terencana dan antisipatif. Pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam memahami risiko, memperkuat pencegahan, dan meningkatkan respons, dengan tetap menempatkan kebijaksanaan manusia sebagai bagian penting dalam setiap pengambilan keputusan.
(*)





