Advertise with Us

Daerah
Trending

Pemprov Kaltim Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan Hadapi Musim Kering dan Karhutla

KaltimNewsroom.com – Ancaman musim kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui Kalimantan Timur (Kaltim).

Kondisi tersebut tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan munculnya dampak kesehatan akibat kekeringan, asap, dan debu.

Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kesehatan masyarakat, terutama perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara memburuk.

“Kita lakukan surveilans setiap minggu. Sampai sekarang peningkatan kasus ISPA belum signifikan, tetapi pemantauan tetap kita perkuat,” kata Jaya.


Advertise with Us

Ancaman Karhutla Perlu Diantisipasi Sejak Awal

Musim kering menjadi perhatian pemerintah karena kondisi minim hujan dapat meningkatkan kerawanan kebakaran di kawasan hutan dan lahan. Jika karhutla terjadi dan menghasilkan asap dalam jumlah besar, masyarakat di sekitar wilayah terdampak berpotensi menghadapi penurunan kualitas udara.

Karena itu, Pemprov Kaltim tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran terjadi. 

Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.


Advertise with Us

Sejumlah daerah, seperti Mahakam Ulu, Paser, dan Berau, telah menyampaikan kebutuhan dukungan untuk menghadapi dampak musim kering dan kondisi udara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi kemungkinan meluasnya dampak kekeringan maupun karhutla di daerah.

Logistik Kesehatan Mulai Disiapkan

Mengantisipasi dampak kesehatan, Dinkes Kaltim menyiapkan sejumlah kebutuhan, mulai dari masker, vitamin, obat-obatan hingga dukungan air bersih.

Mahakam Ulu menjadi salah satu daerah yang telah menerima sebagian dukungan logistik setelah meningkatkan status kesiapsiagaan akibat kondisi kekeringan.

“Mahakam Ulu sudah meminta dukungan dan sebagian logistik sudah kita kirim. Kita juga menyiapkan masker, vitamin, obat-obatan, termasuk dukungan air bersih,” ujarnya.

Kesiapan logistik tersebut menjadi langkah penting untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan kesehatan masyarakat apabila kondisi udara memburuk akibat asap dan debu.

ISPA Dipantau di Tengah Risiko Penurunan Kualitas Udara

Dinkes Kaltim hingga kini belum menemukan peningkatan kasus ISPA yang signifikan. Namun, pemerintah tetap menjalankan surveilans setiap minggu untuk mendeteksi perubahan kondisi kesehatan masyarakat sedini mungkin.

Pemantauan dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota. Dengan koordinasi tersebut, Dinkes Kaltim dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan kondisi kesehatan sekaligus memastikan kebutuhan daerah dapat segera ditindaklanjuti.

Jaya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan juga diminta mengurangi paparan asap dan debu apabila kualitas udara memburuk.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Pemerintah Siapkan Respons Cepat

Pemprov Kaltim akan terus memantau perkembangan musim kering dan kondisi lingkungan bersama pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah juga memastikan kebutuhan kesehatan di daerah dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi penting karena dampak musim kering dan karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Asap dan debu yang muncul juga dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

“Kesiapsiagaan ini penting supaya ketika ada peningkatan kasus atau kebutuhan kesehatan di daerah, kita bisa segera merespons,” kata Jaya.

(*)


Advertise with Us

Back to top button