TERKINI
Daerah

Gubernur Kalteng Desak Sinergi Lintas Sektor untuk Atasi Dampak Karhutla Secara Menyeluruh

Gubernur Kalimantan Tengah saat meninjau lokasi Karhutla dan memastikan distribusi bantuan air bersih serta masker kepada warga terdampak di Palangka Raya. (Foto: news.okezone.com)

PALANGKA RAYA – Krisis kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus mengepung Kalimantan Tengah menuntut langkah yang lebih konkret dan komprehensif dari sekadar respons darurat jangka pendek. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menegaskan bahwa penanganan dampak Karhutla tidak boleh berhenti pada seremonial pembagian masker di pinggir jalan. Pemerintah daerah kini memfokuskan perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar yang jauh lebih krusial, yakni ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan serta paparan asap ekstrem.

Kondisi lapangan yang semakin mengkhawatirkan memaksa otoritas terkait untuk merombak strategi pemadaman dan mitigasi. Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran Satgas Karhutla agar bergerak lebih lincah dalam mendeteksi titik api sekaligus memastikan distribusi bantuan logistik menjangkau wilayah pelosok. Penanganan ini menjadi krusial mengingat indeks standar pencemaran udara (ISPU) di beberapa titik telah mencapai level tidak sehat, yang secara langsung mengancam kesehatan pernapasan ribuan penduduk.

Urgensi Kolaborasi Lintas Sektoral Menghadapi Karhutla

Sugianto Sabran menyatakan bahwa pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendirian dalam memadamkan bara api yang tertanam di lahan gambut. Karakteristik lahan gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan tanah membutuhkan teknik pemadaman khusus dan ketersediaan sumber air yang melimpah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, serta partisipasi aktif sektor swasta dan masyarakat menjadi harga mati dalam memutus rantai kebakaran tahunan ini.

  • Integrasi Data Titik Api: Mempercepat deteksi dini melalui pemanfaatan citra satelit yang dibagikan secara real-time kepada petugas di lapangan.
  • Mobilisasi Pompa Air: Memastikan ketersediaan alat pemadam dan sumur bor yang berfungsi optimal di zona rawan kebakaran.
  • Rehabilitasi Lahan Gambut: Mengedukasi korporasi dan petani mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar.
  • Penguatan Logistik Kesehatan: Menjamin stok oksigen dan obat-obatan di setiap puskesmas tetap mencukupi selama masa tanggap darurat.

Pemenuhan Air Bersih Sebagai Kebutuhan Utama

Selain ancaman kabut asap, Karhutla sering kali berjalan beriringan dengan fenomena kekeringan panjang. Gubernur menyoroti bahwa banyak sumber air warga mulai menyusut atau tercemar abu sisa pembakaran. Situasi ini memperparah penderitaan masyarakat yang sudah kesulitan bernapas. Pemerintah berkomitmen untuk mengerahkan armada tangki air guna menyuplai kebutuhan domestik warga, terutama di wilayah yang akses air bersihnya terputus akibat sumur yang mengering.

Langkah ini sejalan dengan upaya mitigasi bencana yang lebih luas sebagaimana diatur oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus pada air bersih menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam manajemen bencana di Kalteng, dari yang semula hanya fokus pada api, kini mulai menyentuh aspek ketahanan sosial masyarakat terdampak. Evaluasi terhadap kanal-kanal air di lahan gambut juga menjadi prioritas agar cadangan air tetap terjaga saat musim kemarau tiba.

Analisis dan Panduan Mitigasi Karhutla Berkelanjutan

Secara kritis, penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah harus berkaca pada kejadian tahun-tahun sebelumnya agar tidak terjebak dalam siklus yang sama. Pemprov Kalteng perlu memperketat pengawasan terhadap konsesi lahan yang terbukti lalai menjaga wilayahnya dari api. Tindakan tegas berupa sanksi administratif hingga pidana harus ditegakkan tanpa pandang bulu untuk memberikan efek jera.

Masyarakat juga perlu membekali diri dengan langkah-langkah proteksi mandiri sebagai berikut:

  • Memantau kualitas udara secara rutin melalui aplikasi resmi sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.
  • Menyiapkan wadah penampungan air yang higienis untuk menjaga cadangan selama masa kekeringan.
  • Melaporkan segera kepada petugas jika melihat adanya aktivitas pembakaran lahan ilegal di lingkungan sekitar.
  • Menggunakan masker jenis N95 yang lebih efektif menyaring partikel halus asap dibandingkan masker kain biasa.

Dengan menggabungkan ketegasan regulasi dan kepedulian sosial terhadap kebutuhan air bersih, diharapkan dampak Karhutla tahun ini dapat diminimalisir. Kolaborasi yang ditekankan oleh Gubernur Sugianto Sabran bukan sekadar retorika, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga paru-paru dunia dan keberlangsungan hidup masyarakat Dayak di tanah Borneo.

Ringkasan Cepat

  • PALANGKA RAYA - Krisis kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus mengepung Kalimantan Tengah menuntut langkah yang lebih konkret dan komprehensif dari…
  • Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menegaskan bahwa penanganan dampak Karhutla tidak boleh berhenti pada seremonial pembagian masker di pinggir jalan.
  • Pemerintah daerah kini memfokuskan perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar yang jauh lebih krusial, yakni ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan…
M. Rizal Effendy
M. Rizal Effendy Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua