Advertise with Us

Internasional

Pentagon Siap Jalankan Instruksi Trump Terkait Iran

Kaltimnewsroom.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan bahwa militer AS siap melaksanakan segala keputusan yang diambil Presiden Donald Trump terkait Iran.

Pada Kamis (29/1), Hegseth menyampaikan bahwa Pentagon sudah menyiapkan langkah-langkah untuk memastikan Iran tidak memiliki kapabilitas senjata nuklir.

Hegseth menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran mengembangkan kemampuan nuklir. Ia menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh opsi yang diperlukan sesuai dengan arahan presiden.

“Mereka (Iran) tidak boleh memiliki kapabilitas nuklir. Kami sudah siap menjalankan apa pun yang presiden inginkan ke Kementerian Perang,” ujar Hegseth. Ia merujuk pada nama baru Departemen Pertahanan AS yang diubah Trump menjadi Kementerian Perang.

Presiden Trump saat ini sedang meninjau berbagai opsi terhadap Iran.


Advertise with Us

Sementara itu, armada kapal induk Amerika Serikat sudah tiba di kawasan Timur Tengah. Kehadiran kapal induk tersebut memperkuat spekulasi mengenai rencana serangan terhadap Iran.

Trump Beri Peringatan ke Iran

Sebelumnya, Presiden Donald Trump memperingatkan Iran bahwa waktu hampir habis bagi negara itu untuk menghindari intervensi militer AS.

Peringatan itu disampaikan setelah Teheran menolak membuka pintu negosiasi di tengah meningkatnya ketegangan


Advertise with Us

Dilansir AFP, Rabu (28/1/2026), Trump menegaskan dirinya tidak pernah mengesampingkan kemungkinan serangan baru terhadap Iran. Ini menyusul penindakan brutal terhadap gelombang protes bulan ini. Ketegangan juga masih dipicu dampak perang 12 hari pada Juni lalu antara Iran dan Israel yang didukung dan diikuti oleh AS.

“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata -tanpa senjata nuklir. Kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” kata Trump.

Merujuk pada serangan Amerika terhadap target nuklir Iran selama perang Juni yang menurutnya mengakibatkan “kehancuran besar Iran”, ia menambahkan: “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi”.

Para analis mengatakan opsi yang tersedia termasuk serangan terhadap fasilitas militer atau serangan yang ditargetkan terhadap kepemimpinan di bawah Ayatollah Ali Khamenei, dalam upaya skala penuh untuk menjatuhkan sistem yang telah memerintah Iran sejak revolusi Islam 1979 yang menggulingkan shah.

Iran Bantah Trump soal Minta Negosiasi

Otoritas Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), saat ketegangan antara kedua negara semakin meningkat. Penegasan ini membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang beberapa kali mengklaim Teheran menghubungi Washington untuk meminta dialog.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/1/2026), mengatakan bahwa dirinya belum melakukan kontak dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam beberapa hari terakhir atau meminta dilakukannya negosiasi.

“Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami,” kata Araghchi saat berbicara kepada media pemerintah Iran, Rabu (28/1) waktu setempat.

(*)


Advertise with Us

Back to top button