Advertise with Us

Ekonomi

Purbaya Sebut Strategi Ekonomi Prabowo “Keajaiban”, RI Tumbuh 5,61 Persen Meski Defisit Rendah

KALTIMNEWSROOM.COM – Prabowo Subianto dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menyebut strategi ekonomi Prabowo sebagai sebuah “keajaiban”.

Purbaya menilai pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa menambah beban anggaran negara secara berlebihan. Menurutnya, capaian itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026.

“Kalau saya bilang sih keajaiban ya. Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya di kawasan Kebun Sirih, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah tetap mampu menjaga defisit APBN di bawah batas aman meski menjalankan berbagai program prioritas nasional.

Defisit APBN Masih di Bawah Batas Aman

Sepanjang kuartal I-2026, defisit APBN tercatat sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka itu masih berada dalam koridor target APBN 2026 sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.


Advertise with Us

Purbaya menyebut kondisi tersebut menunjukkan efektivitas strategi fiskal pemerintahan Prabowo.

“Dengan itu saja kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu kejagoan Pak Prabowo,” ujarnya.

Menurut Purbaya, pemerintah berhasil memanfaatkan belanja negara untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global. Konflik di Timur Tengah, kata dia, belum menggoyahkan laju ekonomi Indonesia.


Advertise with Us

Ia mencontohkan kondisi pada kuartal IV-2025. Saat itu ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen dengan defisit fiskal sebesar 2,92 persen terhadap PDB.

Pemerintah Percepat Belanja Negara

Purbaya menjelaskan pemerintah memang mempercepat realisasi belanja negara pada awal tahun. Langkah tersebut membuat defisit fiskal meningkat lebih cepat dibanding periode sebelumnya.

Namun, ia memastikan kondisi itu masih terkendali karena penerimaan negara diperkirakan meningkat pada kuartal berikutnya.

“Ini kan dipercepat belanjanya ke depan, otomatis defisitnya meningkat. Tapi nanti dengan jalannya waktu income juga naik dan defisit akan dijaga di bawah 3 persen,” tegasnya.

Ia juga menyoroti posisi keseimbangan primer APBN hingga akhir Maret 2026. Tanpa pembiayaan utang, keseimbangan primer tercatat defisit Rp 95,8 triliun. Angka itu melampaui target APBN 2026 yang sebesar Rp 89,7 triliun.

Meski begitu, Purbaya optimistis pemerintah tetap mampu menjaga disiplin fiskal hingga akhir tahun anggaran.

“Tahun lalu saja cuma 2,8 persen, bukan 2,9 persen,” kata Purbaya.

Strategi Prabowo Dinilai Efektif Hadapi Tekanan Global

Pemerintah saat ini fokus menjaga pertumbuhan ekonomi melalui kombinasi belanja produktif dan pengendalian fiskal. Strategi itu dinilai penting untuk menghadapi perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.

Program prioritas pemerintahan Prabowo juga membutuhkan dukungan anggaran besar. Namun pemerintah berupaya menjaga agar pembiayaan tetap sehat dan tidak melewati ambang batas defisit 3 persen terhadap PDB.

Capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menjadi salah satu indikator bahwa strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif.

(Redaksi)


Advertise with Us

Back to top button