
KALTIMNEWSROOM.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan setuju jika gaji menteri dan wakil menteri dipotong sebagai upaya menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.
Pernyataan ini disampaikan saat ia menghadiri rapat koordinasi efisiensi anggaran di Istana Negara.
“Setuju, itu bagus. Gajinya sudah terlalu besar,” ujar Purbaya kepada wartawan, Kamis (19/3).
Ia menegaskan bahwa pemotongan gaji bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari strategi pemerintah untuk mengefektifkan pengeluaran negara.
Pemangkasan Harus Ditetapkan Pusat
Purbaya menekankan bahwa besaran pemotongan anggaran, termasuk gaji menteri dan wakil menteri, akan ditetapkan pemerintah pusat setelah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai, jika masing-masing kementerian diminta memangkas anggaran sendiri, justru tidak akan efektif.
“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh malah tidak mau memotong. Kalau bisa saya tentukan, nanti mereka yang sesuaikan,” jelasnya.
Langkah ini diambil agar penghematan bisa berjalan konsisten dan terkontrol, bukan sekadar keputusan simbolik.
Selain gaji, Purbaya mengungkapkan beberapa komponen anggaran yang akan dikurangi, antara lain pengadaan rapat di hotel mewah yang tidak penting dan program-program dengan dampak lambat atau kecil terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu bisa dipilih untuk dikurangi,” ungkapnya.
Strategi ini menunjukkan pemerintah ingin lebih fokus pada pengeluaran yang benar-benar berdampak pada ekonomi, bukan hanya pemangkasan biaya rutin.
Tantangan dalam Implementasi
Meskipun kebijakan ini terlihat sederhana, Purbaya mengakui tantangan terbesar ada pada implementasinya.
Resistensi dari kementerian yang terbiasa dengan anggaran besar bisa menghambat pemotongan.
Oleh karena itu, peran pemerintah pusat menjadi krusial untuk memastikan semua kementerian menyesuaikan anggaran sesuai arahan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap bisa menekan pengeluaran negara tanpa mengganggu program strategis dan tetap menjaga simbol moral penghematan dari pejabat tinggi. (*)


