Advertise with Us

Internasional

Putin Buka Peluang Damai, Rusia Siap Bernegosiasi dengan Ukraina

KaltimNewsroom.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow tetap memiliki kemampuan penuh untuk mencapai seluruh tujuan militernya di Ukraina. Namun, ia membuka peluang kompromi jika pihak Ukraina bersedia mengambil langkah serupa dalam proses negosiasi.

Berbicara di St Petersburg, Kamis (4/6), Putin menyampaikan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Rusia menunjukkan fleksibilitas demi membuka jalan menuju penyelesaian konflik.

Meski demikian, Putin menekankan bahwa kompromi bukan berarti melemahkan posisi Rusia, melainkan strategi untuk menjaga keseimbangan diplomasi.

“Kami benar-benar siap dan bersedia untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina melalui cara-cara damai,” kata Putin.

Menurutnya, setiap kesepakatan yang lahir dari proses perundingan harus didasarkan pada prinsip kompromi bersama. Rusia, kata dia, tidak akan menjadi satu-satunya pihak yang memberikan konsesi tanpa adanya langkah serupa dari Kyiv.


Advertise with Us

Rusia Klaim Terus Maju di Medan Perang

Dalam kesempatan yang sama, Putin menegaskan bahwa pasukan Rusia terus mencatat kemajuan di berbagai sektor garis depan. Ia membantah anggapan bahwa operasi militer Rusia mengalami kemunduran atau menghadapi kegagalan strategis.

Saat menjawab pertanyaan mengenai kondisi perang saat ini, Putin menyatakan bahwa pasukan Rusia masih berada dalam posisi ofensif.

“Rusia maju di sepanjang seluruh garis kontak,” ujarnya.


Advertise with Us

Ia juga mengklaim bahwa Rusia telah menguasai sepenuhnya wilayah Luhansk. Selain itu, menurut Putin, pasukan Rusia kini mengendalikan lebih dari 85 persen wilayah Donetsk dan sekitar 80 persen wilayah Zaporizhzhia.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan keyakinan Kremlin bahwa posisi Rusia di medan perang tetap kuat meskipun Ukraina terus melancarkan berbagai serangan balasan.

Serangan Drone Ukraina Jadi Sorotan

Putin juga menanggapi serangan drone Ukraina yang menyasar sejumlah fasilitas strategis Rusia, termasuk terminal minyak dan pangkalan Angkatan Laut di Saint Petersburg. Serangan itu terjadi sehari sebelum forum ekonomi internasional penting digelar di kota tersebut.

Meski menilai sistem pertahanan Rusia masih berfungsi dengan baik, Putin mengakui bahwa pemerintah perlu meningkatkan kemampuan pertahanan udara untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

“Rusia memiliki sistem pertahanan udara. Iya, kita harus memperbaikinya. Iya, kita harus memperkuatnya. Dan kita akan melakukannya,” ucap Putin.

Menurutnya, penguatan sistem pertahanan udara menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk melindungi infrastruktur vital dan fasilitas militer dari serangan jarak jauh.

Kremlin Pertimbangkan Penggunaan Rudal Oreshnik

Selain membahas perkembangan perang dan peluang perdamaian, Putin juga menyinggung kemungkinan penggunaan rudal hipersonik Oreshnik secara lebih luas dalam operasi militer Rusia.

Ia menyebut senjata tersebut belum digunakan dalam kapasitas penuh atau dalam “arti kata yang sebenarnya”. Karena itu, pemerintah Rusia masih mengevaluasi berbagai opsi terkait pemanfaatan rudal tersebut di masa mendatang.

Putin sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa rudal Oreshnik memiliki kemampuan luar biasa karena mampu melesat hingga 10 kali kecepatan suara. Ia juga menegaskan bahwa rudal tersebut dapat membawa hulu ledak nuklir.

Pernyataan terbaru Putin menunjukkan bahwa Rusia tetap membuka ruang negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Ukraina. Namun, di saat yang sama, Kremlin terus menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan operasi militer dan memperkuat kemampuan pertahanannya jika perang masih berlanjut.

(*)


Advertise with Us

Back to top button