KaltimNewsroom.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatatkan langkah penting dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) kerja sama Sister City dengan Kota Yekaterinburg, Wilayah Sverdlovsk, Federasi Rusia, Samarinda membuka babak baru hubungan antarkota yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Penandatanganan LOI berlangsung secara daring di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Kamis (9/7/2026) siang.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menandatangani dokumen kerja sama tersebut bersama Wali Kota Yekaterinburg Alexei Orlov melalui sambungan konferensi video.
Momentum ini menjadi penanda komitmen kedua kota untuk membangun hubungan yang lebih erat dalam berbagai sektor strategis. Bagi Pemkot Samarinda, kerja sama tersebut bukan hanya menjadi simbol diplomasi antarkota, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menghadirkan peluang baru bagi masyarakat.
Turut hadir mendampingi Wali Kota Samarinda dalam agenda tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri, Kepala Diskominfo Samarinda Dr H Aji Syarif Hidayatullah, Sekretaris Diskominfo Suparmin SE M Eng, serta Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Samarinda Idfi Septiani SSTP MSi.
Andi Harun Optimistis Kemitraan Akan Tumbuh Menjadi Kerja Sama Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan optimismenya terhadap masa depan hubungan Samarinda dan Yekaterinburg. Ia menilai penandatanganan LOI menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih luas dan memberikan dampak positif bagi kedua kota.
“Penandatanganan ini merupakan awal perjalanan kerja sama yang menjanjikan antara Kota Samarinda dan Kota Yekaterinburg,” ujar Andi Harun.
Menurutnya, kerja sama ini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi hubungan yang produktif dan saling menguntungkan. Samarinda dan Yekaterinburg diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, memperkuat konektivitas ekonomi, serta menciptakan berbagai program kolaborasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kami optimis kemitraan ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua kota dan generasi di masa mendatang,” tandasnya.
Andi Harun menegaskan, Pemkot Samarinda tidak ingin menjadikan kerja sama ini sebatas seremoni penandatanganan dokumen. Pemerintah daerah akan menyusun langkah konkret agar hubungan Sister City tersebut dapat menghasilkan program nyata.
Orang nomor wahid di kota tepian ini memaparkan lima bidang strategis yang bakal digarap bersama diantaranya industri dan perdagangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, pengelolaan lingkungan, hingga sosial budaya dan pariwisata. Kelima bidang ini nantinya akan dirumuskan lebih detail dalam action plan yang dituangkan ke Memorandum of Understanding (MoU).
Tak berhenti di situ, ia juga melempar undangan terbuka. Ia berharap bisa menyambut langsung Alexei Orlov beserta rombongan delegasi Yekaterinburg untuk berkunjung ke Samarinda dalam waktu dekat.
Kerja Sama Berawal dari Inisiatif Yekaterinburg
Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Samarinda Idfi Septiani menjelaskan bahwa kerja sama Sister City ini tidak muncul secara tiba-tiba. Proses tersebut berawal dari surat permohonan resmi Pemerintah Kota Yekaterinburg yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda.
Sejak itu, tim Pemkot bergerak cepat melakukan komunikasi intensif selama kurang lebih dua bulan, didampingi Kementerian Dalam Negeri sesuai Permendagri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tata Cara Kerja Sama Daerah dengan Pemerintah Daerah di Luar Negeri.
Menurut dr. Idfi, Yekaterinburg memiliki sejumlah kesamaan dengan Samarinda sebagai ibu kota provinsi dengan jumlah penduduk yang relatif sebanding.
Kota tersebut juga dikenal sebagai pusat industri dan manufaktur alat berat, termasuk pengembangan kendaraan listrik. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Samarinda melalui peningkatan investasi, perluasan pasar produk lokal, serta pengembangan kualitas tenaga kerja.
(*)






