Starlink Milik Elon Musk Hadapi Ujian Terberat di Iran, Diserang Jamming dan Spoofing GPS

KALTIMNEWSROOOM.COM – Layanan internet satelit Starlink milik SpaceX, perusahaan antariksa yang dipimpin Elon Musk, menghadapi ujian keamanan paling serius di Iran.
Pemerintah Iran diduga melakukan berbagai upaya gangguan teknis untuk melumpuhkan layanan tersebut.
Menyusul meningkatnya penggunaan Starlink oleh warga dan kelompok oposisi di tengah penindakan keras dan pemadaman internet.
Menurut laporan Reuters, Starlink selama ini berfungsi sebagai jalur penyelamat komunikasi di negara-negara yang memberlakukan pembatasan internet, termasuk Ukraina saat perang dan kini Iran.
Awal pekan ini, Elon Musk mengumumkan bahwa layanan Starlink digratiskan bagi warga Iran, sebuah langkah yang langsung menempatkan SpaceX di pusat ketegangan geopolitik baru.
Iran Diduga Lakukan Pengacauan Sinyal
Para aktivis, analis keamanan, dan peneliti menyebut Iran kemungkinan menggunakan pengacau sinyal satelit (jamming) untuk mengganggu koneksi Starlink.
Selain itu, Iran juga diduga melakukan spoofing GPS, yakni menyiarkan sinyal lokasi palsu guna membingungkan dan melumpuhkan terminal Starlink di lapangan.
Nariman Gharib, aktivis oposisi Iran dan penyelidik spionase siber independen yang berbasis di Inggris, mengatakan spoofing GPS menyebabkan koneksi Starlink menjadi tidak stabil.
“Anda mungkin masih bisa mengirim pesan teks, tetapi lupakan panggilan video,” ujarnya.
Analisis data dari terminal di dalam Iran menunjukkan kecepatan internet melambat drastis akibat gangguan tersebut.
Peran Krusial dalam Dokumentasi Kekerasan
Starlink dinilai lebih sulit diganggu dibanding jaringan kabel atau menara seluler, sehingga menjadi alat penting dalam menyebarkan informasi dari dalam Iran.
Amnesty International menyebut banyak rekaman kekerasan aparat keamanan terhadap demonstran berasal dari pengguna yang memiliki akses Starlink.
Keberadaan layanan ini membuat upaya pemadaman internet total oleh pemerintah Iran menjadi jauh lebih sulit, sekaligus memperbesar tekanan internasional terhadap Teheran.
Dipantau Militer AS dan China
Cara SpaceX menghadapi gangguan Iran dipantau ketat oleh militer dan badan intelijen Amerika Serikat, yang menggunakan Starlink dan varian militernya, Starshield, untuk keperluan strategis.
Di sisi lain, China juga mengamati perkembangan ini, mengingat negara tersebut tengah mengembangkan konstelasi internet satelit yang diproyeksikan menjadi pesaing Starlink dalam beberapa tahun ke depan.
John Plumb, mantan kepala kebijakan ruang angkasa Pentagon, menyebut dunia berada di fase awal sejarah komunikasi berbasis ruang angkasa.
“Rezim represif masih berpikir mereka bisa mematikan komunikasi. Namun, hari itu akan segera berakhir,” katanya.
Dengan SpaceX mempertimbangkan pencatatan saham publik (IPO), konflik di Iran menjadi ajang uji reputasi dan kemampuan Starlink.
Keberhasilan bertahan dari serangan negara dengan kemampuan perang elektronik tinggi akan memperkuat posisi Starlink, baik secara geopolitik maupun bisnis global. (*)


