
KALTIMNEWSROOM.COM – Manchester City memastikan langkah ke final Piala FA setelah menaklukkan Southampton dengan skor 2-1 pada laga semifinal di Stadion Wembley, Sabtu (25/4).
Tim asuhan Pep Guardiola sempat mengalami kesulitan menghadapi perlawanan disiplin Southampton sebelum akhirnya membalikkan keadaan di babak kedua.
Sejak awal pertandingan, Manchester City langsung menguasai permainan dengan dominasi penguasaan bola.
Namun, Southampton tampil disiplin dan mampu menutup ruang serangan sehingga membuat City kesulitan menciptakan peluang bersih.
Situasi ini membuat pertandingan berjalan ketat hingga menit-menit akhir.
Southampton Kejutkan City Lewat Gol Pembuka
Southampton berhasil mencuri perhatian publik Wembley ketika Finn Azaz mencetak gol pembuka pada menit ke-78.
Gol tersebut lahir setelah Southampton memanfaatkan celah kecil di lini pertahanan City yang tampil terlalu maju.
Gol tersebut sempat membuat tekanan meningkat kepada Manchester City yang harus mengejar ketertinggalan di waktu yang semakin menipis.
Namun, City tetap menjaga ketenangan dan meningkatkan intensitas serangan mereka.
Manchester City akhirnya menunjukkan kualitas mereka sebagai tim elite Eropa.
Jeremy Doku menyamakan kedudukan melalui aksi individu cepat yang memecah konsentrasi pertahanan Southampton.
Tidak lama berselang, Nico O’Reilly mencetak gol kedua yang membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Dua gol dalam lima menit tersebut membuat City mengunci kemenangan sekaligus memastikan tiket ke partai final.
Southampton tidak mampu memberikan respons berarti di sisa waktu pertandingan meski mencoba menekan di menit akhir.
Rekor Baru dan Misi Gelar Kedelapan
Kemenangan ini membawa Manchester City mencatat sejarah sebagai tim pertama yang berhasil mencapai final Piala FA empat musim berturut-turut.
Meski begitu, performa mereka di partai final sebelumnya tidak selalu berujung manis, dengan hanya satu gelar dari tiga final terakhir.
Manchester City kini membidik gelar Piala FA kedelapan dalam sejarah klub.
Mereka masih menunggu lawan di final, yang akan ditentukan dari laga semifinal lainnya antara Chelsea dan Leeds United.
Pep Guardiola menegaskan bahwa pertandingan tidak berjalan mudah meski timnya mendominasi.
Ia memuji mentalitas pemain yang tetap tenang setelah tertinggal dan mampu membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
Manchester City kini bersiap menghadapi laga final dengan target mempertahankan dominasi mereka di kompetisi domestik Inggris. (*)


