Update Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur: 5 Meninggal, Puluhan Penumpang Masih Dirawat

KALTIMNEWSROOM.COM – Perkembangan terbaru korban kecelakaan kereta api (KA) di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan jumlah korban jiwa bertambah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan lima orang meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Jumlah Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Terbaru
PT KAI mengonfirmasi data terkini korban dalam insiden tabrakan antara Commuter Line dan kereta jarak jauh yang terjadi pada Senin (27/4/2026). Hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat lima orang.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam pernyataan di Jakarta.
Selain korban jiwa, tim evakuasi juga masih menangani penumpang yang terdampak, termasuk dari gerbong khusus wanita yang sebelumnya dilaporkan menjadi fokus evakuasi.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Tim gabungan langsung bergerak cepat di lokasi kejadian. KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, dan tenaga medis mengevakuasi korban serta memberikan pertolongan darurat.
Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, penanganan difokuskan pada penumpang KRL yang mengalami dampak langsung.
Sebanyak 38 penumpang KRL telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, seperti RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga,” kata Anne Purba.
KAI Lakukan Penyesuaian Operasional
Di tengah proses penanganan korban, KAI melakukan penyesuaian operasional perjalanan kereta. Sejumlah perjalanan KRL diatur ulang menyesuaikan kondisi jalur yang masih dalam tahap penanganan.
Untuk penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir, KAI menyediakan bus sebagai alternatif transportasi lanjutan menuju tujuan akhir.
Sementara itu, seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk sementara dihentikan. Kebijakan ini diambil untuk mendukung proses evakuasi dan menjamin keselamatan perjalanan.
Duka dan Prioritas Keselamatan
KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan proses evakuasi dan pemulihan berjalan optimal.
Insiden ini tidak hanya berdampak pada operasional transportasi, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Hingga kini, proses identifikasi dan penanganan korban masih terus berlangsung.
(Redaksi)


