Advertise with Us

Ekonomi
Trending

Usulan Tambahan Anggaran K/L 2027 Capai Rp 984 Triliun, Pemerintah Selektif Menyikapi

KaltimNewsroom.com – Pemerintah dan DPR RI mulai membahas arah kebijakan belanja negara dalam RAPBN 2027 dengan fokus pada penyesuaian usulan tambahan anggaran kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai Rp 984 triliun.

Pemerintah menegaskan tidak semua usulan tersebut akan dipenuhi karena harus disesuaikan dengan batas defisit anggaran.

Pemerintah Tegaskan Seleksi Ketat Tambahan Anggaran

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tidak akan mengakomodasi seluruh permintaan tambahan anggaran dari K/L.

Ia menekankan bahwa setiap usulan harus melalui evaluasi ketat agar tetap sejalan dengan kapasitas fiskal negara.

“Mungkin kita lihat, nggak akan sampai semuanya. Pasti nggak semuanya akan dipenuhi,” kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).


Advertise with Us

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan menilai satu per satu usulan anggaran berdasarkan urgensi dan kelayakannya. Ia menegaskan pemerintah tetap berpegang pada target defisit APBN 2027 yang berada di kisaran 1,80–2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Nanti kita lihat mana yang pantas, mana yang enggak. Yang jelas, kita kan ada target defisitnya berapa. Selama defisitnya dipenuhi ya sudah, tapi rasanya sih itu (permintaan Rp 984 triliun) di atas defisit yang ada kan,” ucap Purbaya.

DPR Kompilasi Usulan Tambahan dari Seluruh Komisi

Di sisi legislatif, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyampaikan bahwa usulan tambahan anggaran berasal dari hasil pembahasan antara komisi-komisi di DPR bersama mitra kerja kementerian dan lembaga negara.


Advertise with Us

Ia menjelaskan bahwa DPR telah melakukan sinkronisasi terhadap berbagai kebutuhan anggaran yang diajukan secara resmi oleh K/L. Hasil kompilasi menunjukkan adanya kebutuhan tambahan yang signifikan di luar pagu awal.

“Kami melakukan sinkronisasi, kompilasi dan sebagainya dari semua usulan Komisi I-XIII, DPD, MPR, BPK dan sebagainya yang secara resmi kami akan sampaikan ke pemerintah. Usulan dari berbagai pembahasan yang sudah disepakati antara komisi dengan mitra masing-masing, pagunya Rp 1.389,84 triliun, usulan tambahannya Rp 984 triliun,” kata Said dalam rapat kerja pembahasan RAPBN 2027.

Total Belanja K/L Berpotensi Naik Signifikan

Jika pemerintah menyetujui seluruh usulan, total anggaran K/L pada 2027 akan mencapai sekitar Rp 2.373,84 triliun. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan alokasi anggaran K/L pada 2026 yang berada di level Rp 1.510,5 triliun.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa seluruh tambahan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara serta proyeksi pendapatan yang realistis.

Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia akan melanjutkan pembahasan RAPBN 2027 dengan fokus pada penentuan prioritas belanja. Pemerintah akan memetakan program yang dianggap strategis dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta pelayanan publik.

Dengan demikian, proses penyusunan anggaran 2027 masih akan berlangsung dinamis, dengan kemungkinan besar realisasi akhir berada di bawah total usulan tambahan yang diajukan oleh K/L. Pemerintah menegaskan bahwa disiplin fiskal tetap menjadi dasar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

(*)


Advertise with Us

Back to top button