KALTIMNEWSROOM.COM – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan membangun persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia berharap gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk menyebarkan kedamaian, mempraktikkan kasih, serta mempererat hubungan antarsesama.
Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri penahbisan Gedung Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Loa Janan, Klasis Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan berlangsung di Jalan Cipto Mangunkusumo, Gang Harapan III, RT 04, Loa Janan Ilir, Samarinda.
Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jemaat yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan gedung gereja.
Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan kekuatan iman, persatuan, dan semangat gotong royong jemaat.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan jemaat, karena telah selesainya pembangunan gedung gereja ini,” ujarnya.
Gereja Menjadi Ruang Menebarkan Kedamaian
Andi Harun menegaskan, penahbisan gedung gereja tidak sekadar menandai selesainya pembangunan fisik.
Momentum tersebut juga harus mendorong jemaat meningkatkan keimanan, memperkuat spiritualitas, dan mengembangkan kegiatan pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Gereja harus menjadi tempat di mana kedamaian disuarakan, kasih dipraktikkan, dan persaudaraan dirajut,” pesannya.
Ia mengajak Jemaat Bukit Harapan Loa Janan memanfaatkan keberadaan gedung gereja sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang pelayanan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Pemkot Samarinda Dorong Penyelesaian Persoalan Rumah Ibadah
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga menyoroti pentingnya komunikasi dan dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan antarumat beragama.
Ia mengungkapkan, sejumlah persoalan rumah ibadah, termasuk gereja Toraja, yang sebelumnya membutuhkan komunikasi dan penyamaan persepsi, secara bertahap mulai menemukan penyelesaian.
“Beberapa persoalan gereja Toraja sedikit demi sedikit, lambat tetapi selesai satu per satu,” ungkapnya.
Menurut Andi Harun, setiap perbedaan pandangan harus disikapi dengan mengedepankan dialog, saling memahami, dan semangat persaudaraan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat menjaga keharmonisan tanpa mengabaikan kepentingan masing-masing pihak.
Untuk memperkuat langkah tersebut, Pemerintah Kota Samarinda telah menginstruksikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyusun regulasi mengenai pendirian rumah ibadah dan penanganan persoalan yang menyertainya.
Ia berharap regulasi tersebut menjadi pedoman yang jelas dan berkelanjutan.
Dengan demikian, pemerintah dapat menangani persoalan rumah ibadah melalui mekanisme yang terarah, bukan sekadar mengandalkan kebijakan kepala daerah yang sedang menjabat.
Jemaat Diajak Bersinergi Membangun Daerah
Lebih lanjut, Andi Harun mengajak Jemaat Bukit Harapan Loa Janan menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Samarinda.
Ia mendorong jemaat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kesejahteraan sosial, serta pelestarian nilai-nilai budaya luhur.
Andi Harun juga berharap gedung gereja tersebut terus memberikan manfaat bagi jemaat dan masyarakat sekitar.
Ia meminta seluruh jemaat merawat fasilitas tersebut agar dapat menunjang pelayanan keagamaan dan menjadi berkat bagi generasi mendatang.
Kegiatan penahbisan turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda, Ketua Majelis Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Loa Janan Pdt. Agustina, S.Th., Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Camat Loa Janan Ilir, lurah setempat, Ketua Sinode Gereja Toraja, serta jajaran Badan Pekerja Klasis Kaltim Samarinda Kutai Mahakam dan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja.
Penahbisan ini menjadi momentum bagi Jemaat Bukit Harapan Loa Janan untuk memperkuat pelayanan sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
Pemerintah Kota Samarinda berharap semangat toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan terus tumbuh sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan harmonis. (*)






