Advertise with Us

Daerah

Wali Kota Andi Harun Tekankan Tanggung Jawab Bersama Bangun Samarinda yang Beradab

Kaltimnewsroom.com –  Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir sebagai narasumber utama dalam Dialog Peradaban bertema “Samarinda Pusat Peradaban: Tanggung Jawab Bersama Ormas Islam dan Seluruh Elemen Umat” yang berlangsung di Hotel Atlet, Kompleks Stadion Madya Kadrie Oeining.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun menegaskan bahwa pembangunan peradaban kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, kemajuan Samarinda adalah amanah bersama seluruh elemen umat, masyarakat, dan organisasi sosial keagamaan.

Ia menyampaikan bahwa peradaban yang kokoh harus di atas fondasi persatuan, kerja sama, serta nilai ketauhidan yang lurus. Menurutnya, kolaborasi sosial hanya akan melahirkan kemajuan yang berkelanjutan apabila berlandaskan orientasi kemaslahatan, bukan kepentingan sesaat maupun popularitas semu.

“Peradaban tidak akan pernah utuh jika hanya bertumpu pada satu pihak. Ia harus dibangun melalui kerja kolektif, silaturahmi, dan sinergi yang berangkat dari kesadaran bertauhid. Bahwa seluruh amanah kepemimpinan dan kehidupan ini akan kembali kepada Tuhan,” ujarnya.

Andi Harun juga mengajak para peserta dialog untuk melakukan otokritik terhadap praktik keberagamaan agar nilai-nilai ibadah benar-benar terwujud dalam perilaku sosial.


Advertise with Us

Ia menekankan pentingnya menjadikan ajaran agama sebagai sumber etika publik yang mendorong kepedulian sosial, keadilan ekonomi, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepemimpinan dan Keberanian Moral

Dalam konteks pembangunan kota, Andi Harun mengingatkan bahwa kepemimpinan yang takut kehilangan jabatan atau lebih mengedepankan citra daripada kemanfaatan nyata akan sulit melahirkan peradaban yang berkeadilan.

Sebaliknya, pemimpin yang berani bersikap jujur, mengakui kekeliruan, dan memperbaikinya demi kepentingan masyarakat justru sedang menjalankan esensi amanah kepemimpinan.


Advertise with Us

“Kesalahan dalam kebijakan bisa terjadi sebagai bagian dari ikhtiar. Yang tidak benar adalah ketika kesalahan itu disadari namun tetap dipertahankan. Peradaban menuntut keberanian moral dan keikhlasan untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dakwah dan pendidikan nilai harus bersifat berkelanjutan. Kemudian adaptif terhadap realitas sosial, serta mampu memberdayakan masyarakat. Menurutnya, tantangan zaman menuntut pendekatan yang bijaksana agar pesan moral dan nilai kemanusiaan dapat seluruh lapisan masyarakat masyarakat terima.

Menutup dialog, Wali Kota berharap sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen umat terus diperkuat dalam membangun Samarinda sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik. Tetapi juga berkarakter, berkeadaban, dan membawa kemanfaatan seluas-luasnya bagi warganya.

(*)


Advertise with Us

Back to top button