Advertise with Us

Daerah
Trending

Wawali Saefuddin Zuhri Pimpin Gotong Royong Bangun Drainase di Bayur

KaltimNewsroom.com — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turun langsung memimpin kegiatan kerja bakti bersama warga RT 16 Kelurahan Bayur, Sabtu (20/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga bersama pemerintah dan pihak Lapas Narkotika Bayur bergotong royong membersihkan lingkungan sekaligus membangun saluran drainase baru guna mengatasi persoalan aliran air dan limbah yang selama ini mengganggu kawasan permukiman.

Kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan Lapas Narkotika Bayur itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi, warga berkumpul untuk membersihkan saluran yang tersumbat, menggali jalur drainase baru, serta menyiapkan pemasangan pipa guna memperlancar aliran air.

Pembangunan drainase tersebut menjadi langkah konkret pemerintah bersama masyarakat dalam menangani persoalan genangan air yang kerap terjadi di lingkungan tersebut. Selain itu, keberadaan saluran pembuangan dari kawasan lapas yang mengalir ke permukiman warga juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Atasi Genangan dan Aliran Limbah

Saefuddin menjelaskan bahwa sejumlah titik di kawasan tersebut selama ini mengalami genangan akibat sistem drainase yang belum berfungsi secara maksimal. Kondisi itu diperparah dengan adanya aliran air limbah dari kawasan lapas yang keluar menuju lingkungan masyarakat.


Advertise with Us

Menurutnya, kolaborasi antara warga, pihak lapas, dan pemerintah menjadi solusi penting untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung cukup lama.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, masyarakat bersama pihak lapas berupaya memperbaiki sistem drainase agar aliran air dapat tertata dengan baik,” ujar Saefuddin.

Ia menambahkan, perbaikan sistem drainase tidak hanya bertujuan menghilangkan genangan, tetapi juga menciptakan alur pembuangan yang lebih aman dan teratur sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.


Advertise with Us

“Di lokasi ini ada beberapa aliran air yang menggenang dan aliran air limbah dari lapas yang keluar ke lingkungan masyarakat,” kata Saefuddin.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah bersama warga sepakat melakukan pembenahan secara bertahap melalui pembangunan drainase baru dan pemasangan saluran pipa yang terhubung dengan jalur pembuangan yang lebih memadai.

Kolaborasi Warga dan Pemerintah

Kegiatan gotong royong tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Warga tidak hanya membantu proses pembangunan drainase, tetapi juga terlibat dalam pembersihan area sekitar agar aliran air dapat berjalan lancar.

Saefuddin menilai partisipasi aktif masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang bersedia meluangkan waktu dan tenaga demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Menurutnya, persoalan drainase dan banjir tidak dapat sepenuhnya diselesaikan oleh pemerintah tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, ia terus mendorong budaya gotong royong agar tetap menjadi bagian dari kehidupan warga Samarinda.

“Dengan adanya gotong royong ini, kita akan membuat alur drainase yang baik,” harapnya.

Dorong Budaya Gotong Royong untuk Cegah Banjir

Selain fokus pada pembangunan drainase, Saefuddin juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga saluran air agar tidak tersumbat sampah yang dapat memicu genangan dan banjir saat musim hujan.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai dari lingkungan terkecil, yakni di sekitar tempat tinggal masing-masing. Dengan lingkungan yang bersih dan saluran air yang terawat, risiko terjadinya banjir dapat diminimalkan.

Saefuddin berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan kerja bakti di Bayur dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Samarinda. Ia menilai gotong royong tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Harapan kita, masyarakat terus bekerja sama dan bergotong royong membersihkan lingkungan masing-masing agar Kota Samarinda terhindar dari banjir,” ajaknya.

(*)


Advertise with Us

Back to top button