KaltimNewsroom.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melibatkan 3.420 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 2026.
Pelepasan peserta berlangsung di Plenary Hall GOR Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (11/7/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik.
KKN Kolaborasi 2026 akan berlangsung mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026. Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat di 377 desa, kampung, dan kelurahan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Sembilan perguruan tinggi yang terlibat dalam program tersebut yakni Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Universitas Widya Gama Mahakam, Universitas Mulia, Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), serta Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada.
Mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)”, program ini menjadi wadah kolaborasi untuk menghubungkan potensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan masyarakat desa.
KKN Kolaborasi Jadi Gerakan Pengabdian Bersama
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur, Siti Sugiyanti, menyebut KKN Kolaborasi sebagai inovasi yang mempertemukan perguruan tinggi dalam satu gerakan pengabdian bersama.
Menurutnya, keterlibatan berbagai kampus menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi yang lebih luas terhadap tantangan pembangunan desa.
“KKN Kolaborasi ini merupakan sebuah inovasi sekaligus langkah pelopor di Kalimantan Timur. Untuk pertama kalinya sembilan perguruan tinggi bersatu dalam satu gerakan pengabdian yang memiliki tujuan yang sama, yaitu mempercepat pembangunan desa melalui kontribusi ilmu pengetahuan, kreativitas dan inovasi mahasiswa,” ujarnya.
Siti berharap program tersebut terus berkembang dan mampu melibatkan lebih banyak perguruan tinggi di Kalimantan Timur pada masa mendatang.
“Saat ini kita memulai bersama sembilan perguruan tinggi, tetapi harapan kami ke depan seluruh 56 perguruan tinggi di Kalimantan Timur dapat bergabung. Semakin banyak kampus yang terlibat, semakin besar pula kekuatan kolaborasi untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa gagasan baru sekaligus membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya datang menjalankan program kerja, tetapi benar-benar hadir untuk mendengar, belajar, dan memberi manfaat. Kepekaan terhadap persoalan sosial, kemampuan melihat potensi desa, serta keberanian menghadirkan inovasi adalah bekal penting untuk menjadi agen perubahan yang sesungguhnya,” pesannya.
Kolaborasi Pentahelix Hadapi Tantangan Baru Kaltim
Pelepasan mahasiswa KKN Kolaborasi 2026 oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat, Puguh Harjanto, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Puguh mengatakan KKN Kolaborasi menjadi bentuk nyata penerapan kolaborasi pentahelix yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa Kalimantan Timur kini menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari percepatan pembangunan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), perkembangan transformasi digital, hingga kebutuhan sumber daya manusia yang semakin adaptif dan kompetitif.
“Kalimantan Timur sedang memasuki era baru dengan tantangan yang semakin kompleks. Digitalisasi berkembang sangat cepat, kebutuhan dunia usaha dan industri terus berubah, sehingga kita membutuhkan generasi muda yang adaptif, inovatif, sekaligus mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Puguh mengajak mahasiswa menjadikan KKN sebagai ruang untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
“Curahkan kemampuan intelektual yang saudara miliki, tetapi tetaplah rendah hati ketika berada di tengah masyarakat. Dengarkan kebutuhan mereka, pahami persoalan yang ada, kemudian hadirkan rekomendasi yang aktual dan solusi yang dapat diterapkan. Kami berharap KKN ini tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga melahirkan dampak nyata, perubahan perilaku masyarakat, dan inovasi yang dapat terus dikembangkan setelah program ini berakhir,” tuturnya.
Melalui KKN Kolaborasi 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan semakin kuatnya pembangunan berbasis desa, peningkatan Indeks Desa, percepatan pencapaian SDGs, serta lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, daya saing, dan semangat gotong royong untuk membangun daerah yang maju dan berkelanjutan.
(*)






