TERKINI
Daerah

Pemkot Samarinda Matangkan APBD 2027, Belanja Nonprioritas Bakal Dipangkas

Wali Kota Samarinda, Andi Harun memimpin rapat koordinasi (Rakor) terkait arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027
Wali Kota Samarinda, Andi Harun memimpin rapat koordinasi (Rakor) terkait arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027

KaltimNewsroom.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 yang berlangsung di GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Kamis (29/10/2026) sore.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Samarinda untuk menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah ingin memastikan setiap program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam arahannya menekankan pentingnya pemahaman seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terhadap kebijakan anggaran tahun mendatang.

“Agenda hari ini adalah memberi pengarahan kepada seluruh perangkat daerah mengenai arah kebijakan APBD tahun 2027,” kata Andi Harun.

Efisiensi Jadi Dasar Penyusunan Anggaran

Andi Harun menjelaskan, kebijakan efisiensi menjadi salah satu faktor utama yang melatarbelakangi penyesuaian arah belanja daerah pada 2027. Karena itu, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus menyesuaikan rencana program dan kegiatan dengan kondisi keuangan yang tersedia.

“Latar belakangnya yakni faktor efisiensi. Oleh sebab itu, semua perangkat daerah harus memahami situasi kita saat ini,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa lagi menyusun anggaran tanpa mempertimbangkan kemampuan fiskal. Seluruh OPD harus mengutamakan kebutuhan yang bersifat wajib dan mengikat agar pelaksanaan pemerintahan serta pelayanan publik tetap berjalan.

“Belanja yang diusulkan dalam APBD 2027 adalah belanja-belanja yang wajib dan mengikat saja,” tegasnya.

Menurut Andi Harun, setiap perangkat daerah harus mengukur kemampuan anggaran sebelum mengusulkan program. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa kegiatan yang direncanakan benar-benar dapat terlaksana tanpa membebani keuangan daerah.

“Kita harus laksanakan kegitan yang mampu dijangkau dengan keuangan kita,” ujar Andi Harun.

Belanja Nonprioritas Dievaluasi Ketat

Selain mengarahkan belanja pada kebutuhan wajib dan mengikat, Pemkot Samarinda juga akan memperketat belanja modal, proyek baru, serta berbagai pengeluaran yang tidak masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

Sejumlah pos anggaran yang menjadi perhatian meliputi perjalanan dinas, makan dan minum, alat tulis kantor (ATK), hingga kegiatan seremonial. Pemerintah meminta seluruh OPD mengevaluasi pengeluaran tersebut secara cermat.

“Kita juga harus melakukan adaptasi dengan efisiensi ini. Perjalanan dinas, makan minum, belanja ATK, belanja seremonial, dan belanja-belanja lain yang tidak ada hubungannya dengan prioritas belanja daerah harus dievaluasi secara ketat, bahkan beberapa hal diantaranya harus dihentikan,” pungkas Andi Harun.

Melalui kebijakan tersebut, Pemkot Samarinda mendorong seluruh perangkat daerah agar lebih selektif dalam merencanakan program dan menggunakan anggaran. Pemerintah ingin menjaga agar setiap rupiah dalam APBD 2027 benar-benar mendukung kebutuhan pemerintahan, pelayanan publik, serta prioritas pembangunan daerah.

(*)

Ringkasan Cepat

  • KaltimNewsroom.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.
  • Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 yang berlangsung di GOR Segiri, Jalan…
  • Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Samarinda untuk menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
LHS
LHS Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua