TERKINI
Nasional

Mahasiswa BEM UI dan FMN Protes Penjajahan Negara di Bundaran HI

Aparat kepolisian saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa BEM UI dan FMN di kawasan Jakarta Pusat. (Foto: bbc.com)

JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) memicu ketegangan di jantung ibu kota. Aparat kepolisian melakukan barikade ketat guna menahan laju rombongan massa saat mereka mencoba mendekati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ketegangan ini memuncak ketika mahasiswa bersikeras menyampaikan aspirasi terkait kondisi demokrasi yang mereka anggap sedang mengalami kemunduran signifikan.

Massa memulai long march dengan membawa berbagai atribut tuntutan dan spanduk provokatif yang menyita perhatian publik. Meskipun aparat keamanan memberikan pengawalan, penghadangan fisik tetap terjadi di beberapa titik akses menuju ikon pusat kota tersebut. Pihak kepolisian beralasan bahwa tindakan ini merupakan upaya untuk menjaga ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan protokol. Namun, para aktivis mahasiswa menilai tindakan tersebut sebagai bentuk represi terhadap kemerdekaan berpendapat di ruang publik.

Kronologi Penghadangan Massa di Kawasan Bundaran HI

Kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika rombongan besar mulai memasuki area sekitar Bundaran HI. Petugas kepolisian yang sudah bersiaga sejak pagi segera membentuk formasi untuk membatasi ruang gerak pengunjuk rasa. Meskipun terjadi negosiasi yang alot antara koordinator lapangan dengan pimpinan satuan di lapangan, aparat tetap tidak mengizinkan massa untuk menempati titik utama Bundaran HI.

  • Mahasiswa memulai orasi dari jarak sekitar 200 meter dari pusat bundaran.
  • Aparat kepolisian menyiagakan kendaraan taktis di sepanjang jalan protokol.
  • Koordinator aksi menyerukan protes damai namun tetap mendesak untuk maju.
  • Massa membawa isu krusial mengenai kebijakan ekonomi yang dianggap membebani rakyat kecil.

Isi Tuntutan: Hentikan Penjajahan Negara Atas Rakyat Sendiri

Tema utama yang diusung dalam aksi kali ini adalah kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah yang mahasiswa anggap sebagai bentuk ‘penjajahan baru’. Mereka menyoroti berbagai regulasi yang lebih memihak pada pemilik modal daripada kepentingan masyarakat luas. Narasi “Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri” menjadi slogan sentral yang menggema sepanjang orasi berlangsung.

Selain masalah ekonomi, massa juga menuntut evaluasi total terhadap penegakan hukum di Indonesia. Mereka memandang bahwa instrumen negara seringkali digunakan untuk membungkam kritik dari warga negara yang kritis. Hal ini selaras dengan laporan dari Amnesty International Indonesia yang seringkali menyoroti penyempitan ruang sipil di tanah air. Mahasiswa mendesak agar pemerintah kembali pada khitah reformasi dan mengutamakan hak asasi manusia dalam setiap pengambilan kebijakan publik.

Analisis Kritis: Mengapa Gerakan Mahasiswa Kembali Menguat?

Fenomena kembalinya BEM UI dan organisasi seperti FMN ke jalanan menunjukkan adanya sumbatan komunikasi politik antara penguasa dan rakyat. Ketika jalur formal di parlemen dianggap tidak lagi efektif dalam menyerap aspirasi, maka jalanan menjadi panggung utama demokrasi. Gerakan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan respons terhadap akumulasi kekecewaan publik atas berbagai isu nasional, mulai dari isu lingkungan hingga pelemahan lembaga antirasuah.

Kondisi ini mengingatkan kita pada sejarah panjang pergerakan mahasiswa di Indonesia yang selalu menjadi motor perubahan. Jika pemerintah tidak segera membuka ruang dialog yang inklusif, gelombang protes semacam ini berpotensi membesar. Penting bagi pengambil kebijakan untuk tidak hanya melihat demo ini sebagai gangguan lalu lintas, melainkan sebagai peringatan dini bagi kesehatan demokrasi bangsa.

Sebelumnya, berbagai elemen sipil juga sempat menyuarakan hal serupa terkait kebijakan agraria, yang dapat dibaca dalam artikel kami mengenai evaluasi kebijakan pertanahan nasional. Sinergi antara gerakan mahasiswa dan isu rakyat kecil ini menjadi kekuatan penekan yang signifikan dalam peta politik nasional saat ini.

Ringkasan Cepat

  • JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN)…
  • Aparat kepolisian melakukan barikade ketat guna menahan laju rombongan massa saat mereka mencoba mendekati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
  • Ketegangan ini memuncak ketika mahasiswa bersikeras menyampaikan aspirasi terkait kondisi demokrasi yang mereka anggap sedang mengalami kemunduran signifikan.
M. Rizal Effendy
M. Rizal Effendy Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua