TERKINI
Daerah

Andi Harun Tinjau Karang Mumus, Penataan Kawasan Disiapkan Berkelanjutan

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung kawasan tepian Sungai Karang Mumus di sekitar Jalan Tarmidzi dan Jalan Muso Salim, Kamis (17/9/2026).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung kawasan tepian Sungai Karang Mumus di sekitar Jalan Tarmidzi dan Jalan Muso Salim, Kamis (17/9/2026).

KaltimNewsroom.com – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat komitmennya menata kawasan tepian Sungai Karang Mumus sebagai bagian dari upaya membangun wajah kota yang lebih tertata, nyaman, dan terintegrasi.

Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung kawasan tepian Sungai Karang Mumus di sekitar Jalan Tarmidzi dan Jalan Muso Salim, Kamis (17/9/2026).

Di sela waktu kerjanya, Andi Harun melihat kondisi kawasan sekaligus membahas berbagai rencana penataan yang akan pemerintah kota lakukan secara bertahap.

Penataan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aktivitas sosial masyarakat yang telah berkembang di kawasan tersebut.

Normalisasi Sungai Dimulai dari Sektor Pelita

Salah satu program yang segera pemerintah kota realisasikan adalah normalisasi Sungai Karang Mumus di sektor Pelita, tepat di seberang Jalan Tarmidzi.

Andi Harun memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pekerjaan tersebut pada tahun ini.

Pelaksanaan normalisasi ditargetkan mulai November 2026 dan menjadi kelanjutan dari tahapan penanganan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kalau yang di bulan sebelas yang akan kita eksekusi di sektor Pelita, dua kelurahan itu, anggarannya sudah ada tahun ini. Bulan sebelas Insya Allah,” ujar Andi Harun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani kawasan Sungai Karang Mumus secara berkelanjutan. Pemerintah juga menyiapkan tahapan lanjutan agar penataan kawasan sungai dapat berjalan selaras dengan pembangunan lingkungan di sekitarnya.

Penataan Kawasan Berlanjut pada 2027

Untuk kawasan Jalan Tarmidzi dan Jalan Abdul Muthalib, Pemkot Samarinda menyiapkan penataan lanjutan pada 2027. Pemerintah saat ini menyusun perencanaan agar berbagai fungsi ruang yang selama ini belum tertata dapat terintegrasi dalam satu konsep kawasan.

Penataan juga akan menyentuh kawasan Sungai Dama. Pemerintah merencanakan pelebaran jalan, pembangunan trotoar, serta penyediaan ruang terbuka hijau untuk mendukung kawasan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Konsep tersebut diarahkan tidak sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menciptakan ruang publik yang mampu mendukung aktivitas warga sekaligus memperkuat karakter kawasan tepian sungai.

Komunitas Catur Tetap Menjadi Bagian Kawasan

Dalam peninjauannya, Andi Harun turut berdialog dengan Ketua LPM dan masyarakat pencinta catur yang selama ini memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang berkumpul.

Pemerintah memastikan aktivitas komunitas catur tetap mendapat tempat dalam konsep penataan. Pemkot akan mempertahankan aktivitas tersebut sekaligus menata ruangnya agar tetap menyatu dengan wajah kawasan.

“Kita akan pertahankan sebagai sesuatu yang bersejarah. Tapi kita akan tata, supaya satu sisi tempat atau point meeting teman-teman di kalangan komunitas catur tetap berlanjut, tapi di sisi lain tidak mengganggu estetika kawasan,” katanya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penataan kawasan tidak menghilangkan aktivitas sosial masyarakat. Sebaliknya, pemerintah berupaya mengintegrasikan aktivitas komunitas ke dalam desain ruang publik yang lebih tertata.

Musyawarah Masyarakat Jadi Dasar Penataan Fasilitas Ibadah

Andi Harun juga meminta Camat dan Lurah Sungai Dama melakukan musyawarah bersama masyarakat mengenai keberadaan dua masjid yang berdekatan di Gang Ara Jelawat.

Pemerintah akan mempertimbangkan penataan kembali kawasan tersebut apabila masyarakat menyepakatinya. Fasilitas ibadah nantinya dapat diintegrasikan ke dalam konsep penataan kawasan sehingga fungsi sosial, keagamaan, dan ruang publik dapat berjalan secara lebih harmonis.

Pemerintah menempatkan musyawarah dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses penataan. Dengan demikian, rencana pembangunan tetap memperhatikan kebutuhan serta kondisi sosial yang berkembang di lingkungan setempat.

Hidupkan Kembali Potensi Wisata Sungai

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Samarinda juga menyiapkan gagasan yang lebih luas untuk menghubungkan Sungai Karang Mumus dengan pengembangan wisata kota.

Salah satu gagasan tersebut ialah revitalisasi transportasi sungai tradisional Tambangan. Pemerintah ingin mempertahankan karakter dasar Tambangan, namun melakukan desain ulang agar moda transportasi tersebut dapat melayani lebih banyak penumpang.

Andi Harun menyebut Tambangan dapat dikembangkan dengan ukuran lebih besar sehingga mampu mengangkut sekitar 10 hingga 40 penumpang. Pemerintah juga berharap rute tersebut dapat terkoneksi dengan kawasan Teras Samarinda.

“Gagasan ini terus tumbuh, hidup, karena banyak yang kita mau koneksikan, termasuk kawasan pecinan yang memang sudah dari awal menjadi kita rencanakan,” ujarnya.

Gagasan konektivitas tersebut membuka peluang bagi Sungai Karang Mumus untuk tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem lingkungan kota, tetapi juga menjadi salah satu elemen pendukung pengembangan kawasan wisata dan ruang publik Samarinda.

Dilaksanakan Bertahap Sesuai Kemampuan APBD

Andi Harun menegaskan pemerintah akan menjalankan seluruh rencana tersebut secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemkot Samarinda juga terus membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat maupun sumber pembiayaan lainnya untuk mempercepat realisasi berbagai program penataan kawasan.

Dengan perencanaan yang dilakukan secara bertahap, pemerintah ingin memastikan setiap program dapat berjalan sesuai kemampuan pembiayaan sekaligus tetap menjaga kesinambungan pembangunan.

“Yang penting gagasan tidak boleh berhenti, kerja, kerja, kerja terus sekuat yang kita mampu,” pungkasnya.

(*)

Ringkasan Cepat

  • KaltimNewsroom.com - Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat komitmennya menata kawasan tepian Sungai Karang Mumus sebagai bagian dari upaya membangun wajah kota yang…
  • Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung kawasan tepian Sungai Karang Mumus di sekitar Jalan Tarmidzi dan Jalan…
  • Di sela waktu kerjanya, Andi Harun melihat kondisi kawasan sekaligus membahas berbagai rencana penataan yang akan pemerintah kota lakukan secara bertahap.
LHS
LHS Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua