PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengambil langkah sigap menghadapi ancaman musim kemarau tahun ini. Oleh sebab itu, instansi terkait melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas udara dan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah setempat.
Langkah pengawasan ini sengaja digencarkan karena kondisi cuaca kering berpotensi memicu lonjakan polutan di udara. Sementara itu, sektor kesehatan daerah langsung disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
Fokus Pemantauan Kualitas Udara dan ISPA
Pemkab Penajam Paser Utara menilai bahwa kesehatan warga merupakan prioritas utama di tengah cuaca ekstrem. Namun, tantangan di lapangan cukup besar seiring meningkatnya potensi titik panas.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan bersama Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan tim gabungan. Tim ini bertugas untuk:
- Mengukur indeks standar pencemaran udara secara berkala di titik-titik rawan.
- Mendata tren kunjungan pasien di puskesmas serta rumah sakit umum daerah.
- Memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai bahaya polusi debu.
- Membagikan masker gratis kepada pengendara di jalan raya utama.
Antisipasi Dampak Jangka Panjang Musim Kemarau
Pemerintah daerah tidak ingin kecolongan dalam menangani dampak iklim yang tidak menentu. Karena, udara yang kering dan berdebu sangat rentan memperparah penderita penyakit pernapasan kronis.
Sementara itu, warga diimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk atau sesak napas. Dengan demikian, penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi memburuk.





