KALTIM NEWSROOM.COM – Persoalan pembayaran upah pekerja mencuat dalam pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) Sambera Baru, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar).
Kondisi itu ditandai dengan munculnya spanduk bernada protes di lokasi pembangunan. Spanduk tersebut memuat tulisan, “Masih Dijajah Penguasa, Upah Tidak Dibayarkan, Pekerjaan Diputus Sepihak.”
Penanggung jawab teknis pembangunan KDKMP Sambera Baru, Yusran Basrie, kemudian memberikan klarifikasi terkait isi spanduk tersebut.
Yusran membantah adanya tunggakan upah pekerja. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pembayaran berdasarkan progres pekerjaan yang berlangsung di lapangan.
“Kami telah membayarkan upah kerja sesuai progres atau persentase pekerjaan di lapangan,” kata Yusran dalam keterangan tertulis kepada awak media.
Upah Tukang Sipil Diklaim Sudah Lunas
Menurut Yusran, pembangunan Kopdes Merah Putih Sambera Baru melibatkan dua kelompok pekerja, yakni tukang sipil dan tukang pabrikasi.
Ia memastikan pembayaran upah untuk tukang sipil telah diselesaikan sesuai progres pekerjaan.
“Upah kerja tukang sipil telah kami bayar lunas sesuai progres,” ujarnya.
Sementara itu, mekanisme pembayaran untuk pekerja pabrikasi berlangsung dalam dua tahap.
Tahap pertama sebesar 10 persen diberikan pada awal pekerjaan. Selanjutnya, pembayaran tahap kedua sebesar 90 persen diberikan sesuai perkembangan pekerjaan di lapangan.
“Upah kerja tukang pabrikasi dua tahap telah kami bayar lunas, tahap pertama awal 10 persen dan tahap kedua lanjutan 90 persen sesuai progres,” jelasnya.
Muncul Pemberitaan Soal Upah Pekerja
Yusran menyampaikan klarifikasi setelah informasi mengenai kondisi pembangunan Kopdes Merah Putih Sambera Baru beredar di media sosial dan pemberitaan.
Ia berharap penjelasan dari pihaknya dapat menjadi informasi pembanding agar persoalan pembayaran upah tidak dipahami secara keliru.
Menurutnya, pihaknya perlu menjelaskan mekanisme pembayaran yang telah dilakukan berdasarkan progres pekerjaan.
“Kami menyampaikan klarifikasi ini agar dapat menjadi bahan pemberitaan teman-teman media,” katanya.
Berharap Kopdes Segera Dimanfaatkan Masyarakat
Yusran juga berharap persoalan yang muncul tidak menghambat proses pembangunan Kopdes Merah Putih Sambera Baru.
Ia ingin pembangunan tersebut dapat segera selesai dan berfungsi sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sambera Baru.
“Kami berharap dengan klarifikasi ini dapat memberikan kejelasan yang benar dan bijak. Kemudian agar Kopdes ini dapat segera menjadi manfaat bagi masyarakat Desa Sambera Baru,” tuturnya.
(Redaksi)






