TERKINI
Opini

Pengelolaan Sampah Samarinda Perlu Solusi Hulu Konkret

pengelolaan sampah Samarinda
Suasana aktivitas pengelolaan sampah dan fasilitas penampungan limbah kota yang memerlukan pembenahan terpadu dari hulu hingga hilir.

SAMARINDA — Upaya perbaikan pengelolaan sampah Samarinda terus disuarakan oleh kalangan legislatif menyusul kapasitas Zona 2 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan yang dikabarkan semakin menipis. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta tidak hanya berfokus pada perluasan lahan penampungan, melainkan juga menguatkan strategi pengurangan sampah langsung dari sumbernya.

Sebagaimana dilaporkan oleh portal berita Pojok Negeri, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah, menegaskan bahwa penambahan zona pembuangan baru bukan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan Zona 3 yang direncanakan pada 2027 mendatang harus dibarengi dengan perubahan pola pikir serta kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Tantangan Pengelolaan Sampah Samarinda dari Rumah Tangga

Andriansyah menilai bahwa krisis penampungan sampah di TPA Sambutan dapat ditekan secara signifikan jika pemilahan sampah dilakukan secara konsisten di tingkat tapak. Kebiasaan memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah tangga dinilai efektif mengurangi volume limbah yang terbuang ke TPA.

Baca Juga: Eksekusi Lahan Hotel Sultan Berujung Kericuhan Akibat Penolakan Massa

Selain edukasi di tingkat keluarga, keberadaan bank sampah di tiap kelurahan menjadi pilar strategis untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai guna. Namun, efektivitas program ini masih menghadapi kendala operasional di lapangan yang memerlukan intervensi Pemkot Samarinda.

Revitalisasi dan Penguatan Peran Bank Sampah

Berdasarkan data evaluasi lapangan, dari total 130 bank sampah yang terdaftar di Kota Samarinda, saat ini baru 90 unit yang beroperasi secara aktif. Artinya, terdapat sekitar 40 unit bank sampah yang vakum dan membutuhkan pembinaan intensif agar dapat kembali berfungsi optimal.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait strategi penanganan sampah di Kota Samarinda:

  • Kapasitas Zona 2 TPA Sambutan yang semakin mendekati ambang batas maksimal.
  • Rencana pembangunan Zona 3 TPA Sambutan yang dijadwalkan pada tahun 2027.
  • Pentingnya pembiasaan memilah sampah sejak dari skala rumah tangga.
  • Reaktivasi 40 unit bank sampah yang tidak aktif melalui pendampingan Pemkot.

Melalui integrasi antara pemilahan dari rumah, optimalisasi bank sampah, dan perbaikan fasilitas akhir, diharapkan beban TPA Sambutan dapat berkurang sehingga menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Ringkasan Cepat

  • SAMARINDA — Upaya perbaikan pengelolaan sampah Samarinda terus disuarakan oleh kalangan legislatif menyusul kapasitas Zona 2 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan yang…
  • Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta tidak hanya berfokus pada perluasan lahan penampungan, melainkan juga menguatkan strategi pengurangan sampah langsung dari sumbernya.Sebagaimana dilaporkan…
  • Menurutnya, pembangunan Zona 3 yang direncanakan pada 2027 mendatang harus dibarengi dengan perubahan pola pikir serta kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah…
M. Rizal Effendy
M. Rizal Effendy Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua