TERKINI
Pemerintah

Hetifah Sjaifudian Desak Pemerintah Perkuat Strategi Mitigasi Karhutla di Kalimantan

Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian saat memberikan pernyataan terkait pentingnya mitigasi karhutla demi kelestarian ekosistem Kalimantan. (Foto: kaltim.antaranews.com)

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memperketat strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya risiko kebakaran yang mengancam stabilitas ekologi dan keselamatan warga sipil. Hetifah menekankan bahwa pendekatan pemerintah tidak boleh lagi sekadar bersifat reaktif saat api sudah membara, melainkan harus berfokus pada pencegahan sistematis sejak dini.

Kalimantan menghadapi tantangan lingkungan yang sangat serius setiap memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, Hetifah menilai penguatan koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak buruk yang selalu berulang setiap tahun. Ia mengingatkan bahwa kegagalan dalam melakukan mitigasi yang komprehensif akan berdampak langsung pada rusaknya habitat flora dan fauna, serta mengganggu kesehatan masyarakat luas akibat kabut asap yang dihasilkan.

Urgensi Penguatan Strategi Pencegahan Dini

Pemerintah perlu menyadari bahwa ancaman karhutla bukan hanya persoalan teknis pemadaman api, melainkan menyangkut ketahanan lingkungan jangka panjang. Hetifah Sjaifudian menggarisbawahi bahwa keselamatan semua pihak, termasuk kelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan, bergantung pada efektivitas regulasi pencegahan di lapangan. Langkah preventif yang kuat akan jauh lebih efisien secara anggaran dibandingkan dengan biaya pemulihan pascabencana yang sangat mahal.

Berikut adalah poin-poin krusial yang harus menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat mitigasi karhutla:

  • Optimalisasi penggunaan teknologi pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time yang terintegrasi di seluruh wilayah Kalimantan.
  • Peningkatan alokasi anggaran untuk satuan tugas daerah dan pemberdayaan masyarakat peduli api di tingkat desa.
  • Penerapan sanksi hukum yang tegas bagi korporasi maupun individu yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal.
  • Restorasi lahan gambut secara konsisten untuk menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar saat cuaca ekstrem.
  • Sosialisasi masif mengenai teknik pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) kepada para petani lokal.

Dampak Multisektoral dan Perlindungan Ekosistem

Kebakaran hutan di Kalimantan tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga memicu krisis kesehatan publik melalui Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hetifah secara khusus menyoroti perlunya perlindungan terhadap satwa endemik yang kian terdesak akibat kehilangan habitat alami mereka. Sinergi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus mencapai level operasional yang lebih taktis dan responsif.

Analisis mendalam menunjukkan bahwa perubahan iklim global memperparah durasi musim kemarau di Indonesia. Hal ini menuntut kebijakan yang lebih dinamis dari pemerintah pusat. Sebagaimana yang telah diulas dalam artikel sebelumnya mengenai tantangan ekologi di IKN, Kalimantan kini menjadi sorotan dunia internasional dalam hal pelestarian lingkungan hidup.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji manis saat bencana melanda, tetapi benar-benar menunjukkan aksi nyata melalui penguatan infrastruktur mitigasi. Untuk memantau kondisi cuaca dan potensi titik api secara langsung, publik dapat merujuk pada data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan mitigasi yang tangguh, masa depan Kalimantan sebagai paru-paru dunia dapat terus terjaga demi generasi mendatang.

Ringkasan Cepat

  • JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memperketat strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…
  • Seruan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya risiko kebakaran yang mengancam stabilitas ekologi dan keselamatan warga sipil.
  • Hetifah menekankan bahwa pendekatan pemerintah tidak boleh lagi sekadar bersifat reaktif saat api sudah membara, melainkan harus berfokus pada pencegahan sistematis sejak…
Maya P. Rosalie
Maya P. Rosalie Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua