TERKINI
Nasional

Upaya Pelestarian Karst Purba Dumaring Berau Menjadi Standar Baru Geopark Nasional

Tim penilai saat melakukan verifikasi lapangan di formasi batu gamping Geosite Dumaring, Berau, yang kini menjadi model konservasi nasional. (Foto: kaltim.antaranews.com)

BERAU – Tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat secara resmi menuntaskan peninjauan lapangan di Geosite Batu Gamping Dumaring, Kabupaten Berau. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengukuhkan kawasan karst purba tersebut sebagai model percontohan nasional. Keberhasilan Dumaring terletak pada kemampuannya menyatukan aspek perlindungan lingkungan dengan pemanfaatan ruang publik yang berkelanjutan. Para pengamat menilai bahwa pola pengelolaan di Dumaring memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga warisan geologi dunia.

Ketua tim penilai memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Mereka melihat bahwa kesadaran warga dalam menjaga formasi batu gamping purba ini sangat luar biasa. Selain menjaga struktur batuan yang berumur jutaan tahun, pengelola setempat juga berhasil mengembangkan potensi ekowisata tanpa merusak ekosistem yang ada. Hal ini membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan dengan misi konservasi yang ketat.

Keunggulan Geologis dan Ekosistem Karst Dumaring

Kawasan karst Dumaring memiliki signifikansi geologis yang sangat tinggi bagi Indonesia. Formasi batu gamping di wilayah ini menyimpan catatan sejarah bumi yang krusial, terutama terkait evolusi bentang alam di Kalimantan Timur. Namun, nilai Dumaring tidak hanya berhenti pada aspek geologi semata. Sebagai daerah resapan air alami, kawasan ini memegang peran vital dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi ribuan penduduk di sekitarnya.

  • Formasi Purba: Batuan gamping yang terbentuk selama jutaan tahun menjadi laboratorium alam bagi peneliti.
  • Biodiversitas Endemik: Hutan karst Dumaring merupakan habitat bagi flora dan fauna langka yang tidak ditemukan di ekosistem lain.
  • Sistem Hidrologi: Goa-goa di dalam karst berfungsi sebagai tandon air alami yang mencegah kekeringan saat musim kemarau.
  • Edukasi Publik: Fasilitas di geosite ini memudahkan pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari ilmu kebumian secara langsung.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendorong pengembangan destinasi serupa berbasis keberlanjutan. Melalui situs resmi Kemenparekraf, pemerintah menekankan pentingnya manajemen geopark yang melibatkan komunitas lokal secara aktif. Upaya ini selaras dengan tren wisata global yang mulai beralih dari sekadar rekreasi massal menuju pengalaman edukatif yang bertanggung jawab.

Sinergi Komunitas Sebagai Kunci Keberhasilan Pelestarian

Kesuksesan Geosite Dumaring menjadi percontohan nasional tidak lepas dari peran aktif kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Masyarakat lokal mengelola kawasan ini dengan standar yang profesional, mulai dari pemanduan wisata hingga pemeliharaan fasilitas. Mereka memahami bahwa kerusakan pada struktur karst akan berdampak langsung pada kualitas hidup mereka di masa depan. Oleh karena itu, aturan ketat mengenai kunjungan wisatawan diterapkan guna meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Jika kita membandingkan dengan artikel sebelumnya mengenai eksplorasi potensi wisata Berau, terlihat jelas adanya pergeseran paradigma. Dahulu, fokus utama hanya terletak pada keindahan pantai dan pulau. Kini, perhatian publik mulai beralih ke daratan, khususnya pada kekayaan karst yang eksotis. Integrasi antara wisata bahari dan wisata karst ini akan memperkuat posisi Kabupaten Berau sebagai destinasi unggulan di gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Analisis: Mengapa Konservasi Karst Sangat Mendesak?

Secara analitis, pelestarian karst purba di Dumaring merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan ekologis Indonesia. Karst adalah bentang alam yang sangat rapuh terhadap aktivitas pertambangan dan konversi lahan. Sekali struktur ini rusak, ia tidak dapat pulih kembali (irreversible). Oleh sebab itu, penetapan Dumaring sebagai percontohan nasional memberikan payung hukum dan moral yang lebih kuat bagi pelindungannya.

Pemerintah daerah perlu terus memberikan dukungan berupa infrastruktur pendukung yang ramah lingkungan. Selain itu, promosi digital yang masif akan membantu memperkenalkan Dumaring ke kancah internasional. Ke depan, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki ambisi besar untuk meraih status UNESCO Global Geopark. Keberhasilan di level geosite seperti Dumaring akan menjadi poin krusial dalam penilaian badan dunia tersebut. Pengelolaan yang transparan dan berbasis sains adalah kunci utama untuk mempertahankan prestasi ini di masa mendatang.

Ringkasan Cepat

  • BERAU - Tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat secara resmi menuntaskan peninjauan lapangan di Geosite Batu Gamping Dumaring, Kabupaten Berau.
  • Langkah strategis ini bertujuan untuk mengukuhkan kawasan karst purba tersebut sebagai model percontohan nasional.
  • Keberhasilan Dumaring terletak pada kemampuannya menyatukan aspek perlindungan lingkungan dengan pemanfaatan ruang publik yang berkelanjutan.
Sandy
Sandy Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua