Pertamina Jamin Ketahanan Stok Avtur di Bali Antisipasi Lonjakan Trafik Udara

BADUNG – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan langkah proaktif dengan meninjau langsung kesiapan Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan keandalan pasokan avtur serta integritas layanan pengisian bahan bakar pesawat menjelang periode puncak kunjungan wisatawan. Iriawan menegaskan bahwa Pertamina memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi guna mendukung mobilitas udara yang diprediksi akan meningkat signifikan dalam waktu dekat.
Langkah pengawasan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas distribusi energi di titik-titik krusial nasional. Bali, sebagai gerbang utama pariwisata internasional Indonesia, menuntut standar layanan yang tanpa cela. Oleh karena itu, pengecekan ini tidak hanya menyasar pada kuantitas stok yang tersedia, tetapi juga mencakup aspek kualitas produk dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja (HSSE) yang ketat.
Standardisasi Kualitas Avtur di Terminal Ngurah Rai
Pertamina Aviation terus mempertahankan standar internasional dalam setiap proses operasionalnya. Dalam tinjauan tersebut, Mochamad Iriawan menyoroti pentingnya menjaga integritas kualitas avtur sejak dari tangki penyimpanan hingga masuk ke tangki bahan bakar pesawat. Ia menjelaskan bahwa sedikit saja kontaminasi dapat berdampak fatal bagi keselamatan penerbangan. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi fokus evaluasi dalam inspeksi tersebut:
- Verifikasi Kualitas Berkala: Melakukan uji laboratorium secara kontinu untuk memastikan parameter spesifikasi avtur tetap berada dalam ambang batas aman sesuai standar maskapai global.
- Kesiapan Infrastruktur: Memastikan seluruh armada refueller dan sistem perpipaan di AFT Ngurah Rai beroperasi secara optimal tanpa kendala teknis.
- Digitalisasi Monitoring: Implementasi sistem pemantauan stok secara real-time yang terintegrasi dengan pusat komando Pertamina untuk mencegah terjadinya kekosongan pasokan.
- Respons Cepat Tim Lapangan: Menyiapkan personel tambahan dan skema shift yang lebih intensif guna melayani jadwal penerbangan yang kian padat.
Sinergi Sektor Energi dan Kelancaran Pariwisata
Peningkatan trafik penerbangan menuju Pulau Dewata memberikan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah. Namun, hal ini juga menghadirkan tantangan logistik yang kompleks bagi penyedia energi. Pertamina telah memetakan proyeksi kebutuhan bahan bakar pesawat dengan mempertimbangkan data historis dan reservasi jadwal penerbangan dari otoritas bandara. Dengan demikian, perusahaan dapat mengatur jadwal pengiriman stok dari kilang maupun terminal transit secara lebih presisi.
Strategi penguatan stok ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor transportasi udara yang aman dan nyaman. Keandalan pasokan energi menjadi fondasi utama bagi maskapai untuk menjalankan operasionalnya tanpa gangguan keterlambatan akibat kendala pengisian bahan bakar. Upaya ini merupakan kelanjutan dari program penguatan energi nasional yang sebelumnya telah diimplementasikan Pertamina pada berbagai event internasional di Indonesia.
Sejalan dengan standar keselamatan transportasi yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Pertamina memastikan bahwa aspek keselamatan (safety) tetap menjadi prioritas tertinggi di atas target operasional lainnya. Budaya keselamatan ini wajib melekat pada setiap petugas di lapangan agar risiko sekecil apa pun dapat dimitigasi sejak dini.
Analisis Dampak Ketahanan Energi terhadap Ekonomi Nasional
Secara analitis, ketersediaan energi yang stabil di sektor penerbangan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi. Kelancaran arus masuk wisatawan mancanegara dan domestik melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai secara langsung meningkatkan okupansi hotel, transaksi di sektor UMKM, hingga jasa transportasi lokal. Oleh sebab itu, peran AFT Ngurah Rai tidak hanya sebatas unit operasional, melainkan menjadi pilar pendukung stabilitas ekonomi Bali.
Mochamad Iriawan mengapresiasi dedikasi para perwira Pertamina yang bertugas di garda terdepan pendistribusian avtur. Ia berpesan agar seluruh tim tetap waspada dan tidak lengah di tengah lonjakan permintaan. Manajemen Pertamina berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan fasilitas dan sumber daya yang diperlukan guna menjamin layanan prima di seluruh terminal aviasi di Indonesia, khususnya di destinasi wisata premium seperti Bali.


