KaltimNewsroom.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan dirinya belum memikirkan kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur.
Ia menyampaikan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menyelesaikan amanah sebagai kepala daerah dengan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Hal ini Andi Harun sampaikan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kota Samarinda, Minggu (28/6/2026).
Ia menyebut masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di Samarinda, sehingga tidak tepat jika dirinya terburu-buru membahas kontestasi politik jangka panjang.
“Boro-boro memikirkan Pilgub. Menyelesaikan Wali Kota saja belum tentu saya bisa berhasil. Kalau tidak berhasil, untuk apa kita maju,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Ukur Keberhasilan Sebelum Melangkah Lebih Jauh
Andi Harun menekankan pentingnya seorang pemimpin mengukur keberhasilan kinerjanya sebelum memutuskan melangkah ke jenjang politik berikutnya.
Ia menilai pencapaian di posisi saat ini harus menjadi dasar utama sebelum mempertimbangkan posisi yang lebih tinggi.
Ia juga menyinggung masa jabatannya yang masih berjalan, sehingga menurutnya tidak relevan untuk membahas agenda politik jangka panjang seperti Pilgub 2029.
“Saya masih tiga tahun setengah memimpin. Mau memikirkan 2029? Umur saja belum tentu sampai,” ujarnya.
Kritik terhadap Spekulasi Politik Dini
Dalam pernyataannya, Andi Harun juga mengkritik munculnya spekulasi politik yang terlalu dini. Ia menilai hal tersebut tidak hanya mengganggu fokus pembangunan, tetapi juga berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat jika terus dibesar-besarkan.
Ia meminta semua pihak untuk lebih bijak dalam menyikapi dinamika politik dan tidak menggiring opini yang belum memiliki dasar kuat.
“Masih lama Pilgub-nya, sudah bertanya dari sekarang. Laksanakan dulu tugas yang ada sekarang. Jangan mengadu domba dan jangan goreng-goreng media,” katanya.
Andi menegaskan dirinya tidak akan terpengaruh berbagai spekulasi politik selama masih menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
“Secanggih apa pun pertanyaannya, saya tahu arahnya ke mana. Selama saya benar, siapa pun akan saya hadapi,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Andi menegaskan seorang pemimpin harus berani berhenti mengejar jabatan apabila belum mampu membuktikan kinerja kepada masyarakat.
“Kalau saya tidak beres memimpin kota ini, untuk apa menyodorkan diri. Pemimpin itu harus berani berhenti mengejar jika ia tidak berhasil,” tutupnya.
(*)






