TERKINI
Daerah

Kabut Asap Kalimantan Selatan Kian Pekat Akibat Kebakaran Lahan Seluas Ribuan Hektare

Petugas pemadam kebakaran berupaya melokalisir api di lahan gambut Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang tertutup kabut asap pekat dengan jarak pandang sangat terbatas. (Foto: bbc.com)

BANJARBARU – Kondisi udara di wilayah Kalimantan Selatan kini memasuki fase mengkhawatirkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas. Kabut asap menyelimuti pemukiman warga hingga jarak pandang menurun drastis ke level yang sangat membahayakan. Berdasarkan data terbaru, total lahan yang hangus terbakar mencapai 1.263 hektare, yang memicu penurunan kualitas udara hingga masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Kondisi ini memaksa warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan karena paparan asap yang menyengat paru-paru. Terlebih lagi, laporan dari lapangan menggambarkan situasi yang mencekam di mana jarak pandang saking pendeknya membuat warga sulit melihat objek dalam jarak hanya satu meter. Satgas Karhutla terus berupaya memadamkan titik api yang tersebar di beberapa titik krusial, namun angin kencang dan lahan gambut yang kering menjadi kendala utama di lapangan.

Sebaran Titik Api dan Luas Lahan Terbakar di Wilayah Strategis

Tim gabungan melaporkan bahwa kebakaran kali ini melanda tiga wilayah paling terdampak yang memiliki nilai strategis dan ekologis tinggi. Berikut adalah rincian lokasi kebakaran yang menjadi fokus pemadaman:

  • Kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor: Api mendekati area bandara yang mengancam keselamatan operasional penerbangan dan mengganggu jadwal keberangkatan serta kedatangan pesawat.
  • Hutan Lindung Liang Anggang: Kebakaran di area ini mengancam biodiversitas dan fungsi ekosistem hutan lindung yang menjadi penyangga lingkungan di Banjarbaru.
  • Kawasan Pengayuan dan Perbatasan Tanah Laut: Lahan seluas 900 hektare hangus terbakar di wilayah ini, menjadikannya titik kebakaran terluas dalam periode ini.

Dampak Buruk Kualitas Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat

Buruknya kualitas udara di Kalimantan Selatan bukan sekadar angka di aplikasi pemantau lingkungan. Masyarakat mulai merasakan dampak langsung berupa sesak napas, iritasi mata, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pemerintah daerah telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat selalu menggunakan masker standar medis jika terpaksa keluar rumah. Situasi ini mengingatkan kita pada data indeks pencemaran udara BMKG yang menunjukkan bahwa partikel PM2.5 di wilayah terdampak telah melampaui batas aman secara signifikan.

Selain masalah kesehatan, sektor ekonomi dan pendidikan turut terganggu. Sejumlah sekolah mulai mempertimbangkan untuk mengalihkan pembelajaran menjadi daring demi keselamatan siswa. Para pelaku usaha transportasi juga mengeluhkan penurunan produktivitas karena terbatasnya jarak pandang di jalan raya yang seringkali menyebabkan kemacetan dan kecelakaan kecil.

Analisis Krisis Karhutla Tahunan dan Langkah Mitigasi Jangka Panjang

Kebakaran hutan di Kalimantan Selatan seolah menjadi siklus tahunan yang sulit terputus, terutama saat memasuki musim kemarau panjang. Analisis mendalam menunjukkan bahwa keberadaan lahan gambut yang sangat luas di wilayah Banjarbaru dan Tanah Laut menjadi faktor pemicu api sulit padam meskipun permukaan tanah terlihat sudah tidak berapi. Api biasanya tetap tersimpan di dalam lapisan bawah tanah gambut dan bisa kembali berkobar sewaktu-waktu.

Untuk memutus rantai krisis ini, pemerintah perlu menguatkan langkah-langkah berikut secara konsisten:

  • Restorasi lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal untuk menjaga kelembapan tanah selama musim kemarau.
  • Peningkatan teknologi modifikasi cuaca (TMG) guna merangsang hujan buatan di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem.
  • Penegakan hukum yang tegas terhadap oknum atau korporasi yang terbukti melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
  • Edukasi intensif kepada masyarakat lokal mengenai metode pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) yang lebih ramah lingkungan.

Upaya pemadaman saat ini merupakan tindakan reaktif, namun pencegahan jangka panjang adalah kunci utama. Sebelumnya, pemerintah telah diingatkan melalui artikel analisis karhutla tahun lalu mengenai potensi peningkatan titik panas akibat fenomena El Nino yang kuat. Tanpa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan kesadaran masyarakat, kabut asap akan terus menjadi tamu tak diundang yang merenggut hak warga atas udara bersih setiap tahunnya.

Ringkasan Cepat

  • BANJARBARU - Kondisi udara di wilayah Kalimantan Selatan kini memasuki fase mengkhawatirkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas.
  • Kabut asap menyelimuti pemukiman warga hingga jarak pandang menurun drastis ke level yang sangat membahayakan.
  • Berdasarkan data terbaru, total lahan yang hangus terbakar mencapai 1.263 hektare, yang memicu penurunan kualitas udara hingga masuk dalam kategori sangat tidak…
Sandy
Sandy Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua