TERKINI
Umum

Di Tengah Efisiensi, RSUD IA Moeis Perkuat SDM Lewat Program Magang Nasional Kemnaker

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda

KaltimNewsroom.com – Kebijakan efisiensi anggaran tak membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda berhenti memperkuat sumber daya manusianya.

Rumah sakit milik Pemerintah Kota Samarinda itu justru memanfaatkan Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tanpa menambah beban belanja pegawai daerah.

Pada Batch 2 program tersebut, RSUD IA Moeis menerima 112 peserta dari total 589 orang yang mengikuti proses seleksi, termasuk 477 pelamar yang harus disisihkan dalam tahapan penerimaan.

Kuota Bertambah

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr. Osa Rafshodia, mengatakan jumlah peserta Batch 2 meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Pada Batch 1 yang berlangsung selama enam bulan di awal tahun, RSUD IA Moeis menerima 97 peserta. Keberhasilan pelaksanaan program tersebut kemudian membuat Kemnaker kembali memberikan kepercayaan dengan kuota yang lebih besar.

“Batch 1 kemarin kan enam bulan, di awal tahun. Kemarin sudah habis. Terus saya dihubungi lagi sama Kemnaker Pusat, dapat lagi Batch 2, terus diperbesar porsinya. Jadi 112 formasi jabatan,” kata Osa, Senin (14/9/2026).

Kebutuhan SDM Terpenuhi Tanpa Tambah Beban Belanja Pegawai

Menurut Osa, program magang nasional ini menjadi solusi tepat di tengah kebijakan efisiensi yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari total anggaran daerah.

Sebab, dengan skema ini, kebutuhan tenaga kerja rumah sakit tetap bisa terpenuhi tanpa menambah beban belanja pegawai, karena seluruh pembiayaan peserta magang ditanggung langsung oleh pemerintah pusat.

“Ya solusinya ini, magang, karena yang bayar dari pusat,” ujarnya.

Osa menyebut, terdapat 23 formasi jabatan yang dibuka dalam program ini, dengan kebutuhan terbesar berada di posisi perawat, bidan, tenaga gizi, hingga tenaga administrasi.

Ia mengaku program ini sangat membantu, mengingat kebutuhan tenaga kerja di rumah sakit yang dipimpinnya memang masih cukup tinggi, sementara ruang belanja pegawai kini dibatasi kebijakan efisiensi.

“Kita dapat perawat, bidan, tenaga gizi, CSSD untuk sterilisasi, segala macam, tapi yang bayar pemerintah pusat. Jadi kita enggak masuk belanja pegawai, tapi pegawainya dapat,” katanya.

Selain itu, Ia menambahkan, meski pelamar program ini datang dari berbagai daerah, termasuk luar Samarinda, pihaknya tetap mengutamakan pelamar asal Samarinda untuk turut menyerap tenaga kerja lokal.

Osa juga mengungkapkan, di Kalimantan Timur, hanya ada dua rumah sakit yang mendapat kesempatan menerima peserta magang nasional ini, yakni RSUD IA Moeis Samarinda dan RS Siloam Balikpapan.

“Yang lain enggak dapat, karena banyak yang dinilai sama pemerintah pusat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek yang menjadi bahan penilaian pemerintah pusat antara lain kesehatan keuangan rumah sakit, hingga efisiensi pelaksanaan program prioritas seperti penurunan angka kematian ibu hamil dan perluasan layanan.

Osa mencontohkan, RSUD IA Moeis dalam dua tahun terakhir cukup banyak melakukan perluasan layanan, mulai dari pembukaan poli baru hingga pembangunan gedung baru, yang turut dinilai bersama kondisi keuangan rumah sakit.

“Kita masuk kategori sangat baik, makanya nambah pesertanya,” sebutnya.

Osa menjelaskan, penerimaan peserta magang ini berawal dari pengajuan pihak rumah sakit sendiri, dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi, seperti predikat pelayanan publik hingga indikator kesehatan keuangan, termasuk ada tidaknya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ke depan, Osa berharap program magang nasional ini bisa terus ditingkatkan, mengingat program ini turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat Samarinda.

Ia menargetkan penerimaan peserta magang bisa mencapai 150 hingga 170 orang untuk seluruh formasi pada periode berikutnya untuk dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kota Tepian.

“Jadi kita ikut membantu peningkatan ekonomi Samarinda mengurangi angka pengangguran terbuka di Samarinda,” pungkasnya. 

(*)

Ringkasan Cepat

  • KaltimNewsroom.com - Kebijakan efisiensi anggaran tak membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda berhenti memperkuat sumber daya…
  • Rumah sakit milik Pemerintah Kota Samarinda itu justru memanfaatkan Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI sebagai salah satu solusi untuk memenuhi…
  • Pada Batch 2 program tersebut, RSUD IA Moeis menerima 112 peserta dari total 589 orang yang mengikuti proses seleksi, termasuk 477 pelamar yang harus…
LHS
LHS Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua