KALTIMNEWSROOM.COM – Laksamana TNI (Purnawirawan) Widodo AS, Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut pada era reformasi, meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (25/10/2025).
Sepanjang kariernya, Widodo AS pernah memimpin TNI, menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), serta menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengonfirmasi kabar duka tersebut pada hari yang sama.
Meniti Karier dari Akademi Angkatan Laut
Widodo AS merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1968.
Setelah menyelesaikan pendidikan militer, ia meniti karier di lingkungan TNI Angkatan Laut dan menduduki sejumlah jabatan strategis.
Pengalaman panjangnya di matra laut mengantarkannya ke posisi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).
Ia mulai menjabat pada 26 Juni 1998 dan mengakhiri masa tugasnya pada 17 Juli 1999.
Pada 1999, Presiden B.J. Habibie kemudian mempromosikan Widodo AS sebagai Wakil Panglima ABRI.
Jabatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum ia memimpin seluruh jajaran TNI.
Pada Oktober 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mengangkat Widodo AS sebagai Panglima TNI.
Pengangkatan itu menandai sejarah baru karena untuk pertama kalinya seorang perwira dari matra Angkatan Laut memimpin TNI pada era reformasi.
Mengabdi di Pemerintahan Setelah Pensiun
Setelah menyelesaikan pengabdiannya di lingkungan militer, Widodo AS melanjutkan kiprah di pemerintahan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Widodo AS menjabat Menko Polhukam sejak 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009.
Dalam posisi tersebut, ia menjalankan peran koordinasi di bidang politik, hukum, dan keamanan nasional.
Kariernya di pemerintahan berlanjut setelah ia menyelesaikan tugas sebagai Menko Polhukam.
Pada 2009, Widodo AS menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan mengemban amanah tersebut hingga 2014.
Riwayat pengabdiannya mencakup kepemimpinan militer dan jabatan strategis di pemerintahan.
Widodo AS dikenang sebagai tokoh yang menorehkan sejarah dalam kepemimpinan TNI sekaligus melanjutkan pengabdian melalui lembaga pemerintahan setelah pensiun dari dinas militer. (*)






