Advertise with Us

Internasional

Menengok Geliat Lelang Barang Antik di Baghdad Saat Koin Kuno Jadi Rebutan

BAGHDAD – Suasana riuh rendah mewarnai sebuah ruangan di jantung ibu kota Irak saat puluhan pria paruh baya berkumpul mengelilingi meja panjang yang dipenuhi album-album usang. Di tengah kepulan asap rokok dan aroma kopi yang kuat, ketukan palu kayu menandai berpindahnya kepemilikan sebuah koin perak dari era Kekaisaran Ottoman ke tangan seorang kolektor baru. Ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa, melainkan sebuah upaya kolektif dalam menghidupkan kembali memori sejarah yang sempat terkubur akibat konflik berkepanjangan.

Pasar kolektor di Baghdad kini kembali bergairah seiring dengan stabilnya kondisi keamanan di negara tersebut. Para penggemar numismatik dan filateli dari berbagai penjuru Irak secara rutin mengadakan pertemuan mingguan untuk melakukan lelang koin kuno dan prangko lawas. Barang-barang yang ditawarkan mencakup spektrum sejarah yang luas, mulai dari koin emas zaman kekhalifahan Abbasiyah, prangko langka dari era Mandat Britania, hingga artefak kertas dari masa kepemimpinan Saddam Hussein yang kini menjadi barang buruan kolektor karena nilai historisnya yang unik.

Para kolektor ini memandang setiap keping koin dan lembar prangko sebagai narasi visual dari kejayaan masa lalu. Di negara yang telah melewati banyak gejolak politik, benda-benda kecil ini berfungsi sebagai jangkar identitas yang menghubungkan generasi sekarang dengan warisan leluhur mereka. Namun, aktivitas hobi ini tidak lepas dari tantangan legalitas yang cukup rumit. Pemerintah Irak memiliki aturan yang sangat ketat mengenai pelestarian benda antik melalui Undang-Undang Barang Purbakala yang bertujuan mencegah penyelundupan warisan budaya ke luar negeri.

Oleh karena itu, setiap transaksi dalam lelang ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Para penyelenggara lelang harus memastikan bahwa barang yang diperjualbelikan bukan termasuk dalam kategori properti negara yang dilindungi atau hasil jarahan dari museum dan situs arkeologi. Menariknya, gairah pasar ini juga didorong oleh aspek ekonomi. Bagi sebagian orang, mengoleksi koin emas kuno dianggap sebagai bentuk investasi yang lebih stabil dibandingkan menyimpan mata uang lokal yang nilainya fluktuatif. Anda dapat memantau bagaimana tren ekonomi global memengaruhi nilai aset sejarah melalui referensi di Reuters sebagai sumber informasi mancanegara tepercaya.

Di sisi lain, perkembangan komunitas hobi ini menunjukkan bahwa Baghdad sedang berusaha untuk kembali menjadi pusat kebudayaan di Timur Tengah. Aktivitas serupa sebenarnya juga mulai banyak diminati di Indonesia, terutama dalam skala lokal untuk memperkuat narasi sejarah daerah. Misalnya, perhatian publik terhadap sejarah kian meningkat seiring dengan narasi besar mengenai pembangunan pusat pemerintahan baru yang dapat Anda baca lebih lanjut dalam artikel tentang Daerah (Kaltim/IKN). Semangat menjaga identitas melalui benda sejarah adalah bahasa universal yang menyatukan para kolektor di seluruh dunia.


Advertise with Us

Meskipun teknologi digital telah mendominasi dunia modern, daya tarik fisik dari sebuah prangko yang dicetak puluhan tahun lalu atau tekstur koin kuno yang pernah digunakan dalam perdagangan sutra tetap tidak tergantikan. Bagi para kolektor di Baghdad, setiap ketukan palu lelang adalah detak jantung dari sejarah yang menolak untuk dilupakan.


Advertise with Us

Back to top button