TERKINI
Daerah

Tim SAR Gabungan Temukan Dua Jenazah Korban Kecelakaan KM Nurul Salsa di Perairan Selayar

Personel Basarnas mengevakuasi kantong jenazah diduga korban KM Nurul Salsa dari kapal penyelamat menuju ambulans untuk dibawa ke RS Bhayangkara Makassar. (Foto: cnnindonesia.com)

SELAYAR – Tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil signifikan dalam misi pencarian korban kecelakaan laut yang menimpa KM Nurul Salsa. Setelah melakukan penyisiran intensif selama beberapa hari, petugas menemukan dua jenazah yang mengapung di koordinat tertentu perairan Kepulauan Selayar. Penemuan ini menjadi titik terang bagi keluarga korban yang telah menanti kepastian di posko darurat sejak kapal tersebut dilaporkan hilang kontak.

Personel Basarnas bersama unsur Polairud dan relawan segera mengevakuasi kedua jenazah tersebut dari lokasi penemuan menuju daratan. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena kondisi gelombang laut yang fluktuatif di sekitar perairan Sulawesi Selatan. Namun, koordinasi yang solid antar-unsur penyelamat memastikan jasad korban dapat segera dibawa ke fasilitas medis untuk penanganan lebih lanjut.

Kronologi Penemuan di Perairan Kepulauan Selayar

Penyisiran wilayah laut yang luas mengharuskan tim SAR membagi sektor pencarian menjadi beberapa zona strategis. Keberhasilan penemuan ini bermula saat kru kapal penyelamat melihat objek yang mencurigakan di permukaan air pada pagi hari. Setelah mendekati objek tersebut, petugas mengonfirmasi bahwa mereka menemukan jasad manusia yang ciri-cirinya identik dengan manifest penumpang KM Nurul Salsa.

  • Tim menggunakan teknik parallel sweep search untuk memaksimalkan cakupan area pencarian.
  • Kondisi arus laut yang kuat diduga membawa posisi jenazah menjauh dari titik koordinat awal kecelakaan.
  • Petugas langsung membungkus jenazah dengan kantong mayat sesuai standar operasional prosedur kesehatan dan keamanan.

Keberhasilan tim dalam menemukan korban ini tidak lepas dari dukungan data cuaca dari BMKG dan informasi masyarakat nelayan setempat. Laporan terkini mengenai kondisi perairan Indonesia menunjukkan bahwa anomali cuaca seringkali menjadi kendala utama dalam operasi pencarian dan pertolongan di wilayah kepulauan.

Proses Identifikasi di RS Bhayangkara Makassar

Langkah selanjutnya setelah evakuasi adalah proses identifikasi medis yang mendalam. Otoritas setempat telah mengirimkan kedua jenazah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan memimpin jalannya pemeriksaan guna mencocokkan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem dari jenazah.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai identitas pasti kedua jenazah tersebut. Keluarga korban diminta tetap tenang sembari menunggu hasil pemeriksaan DNA atau identifikasi melalui properti yang melekat pada tubuh korban. Langkah medis ini sangat krusial agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Analisis Keselamatan Pelayaran di Wilayah Perairan Sulawesi

Berita ini merupakan kelanjutan dari laporan sebelumnya mengenai hilangnya KM Nurul Salsa yang diduga akibat gangguan teknis di tengah cuaca buruk. Tragedi ini kembali menggarisbawahi pentingnya standar keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal motor yang beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan. Pengamat maritim seringkali menekankan bahwa kelengkapan alat keselamatan dan kepatuhan terhadap manifest penumpang merupakan harga mati yang tidak boleh ditawar.

Selain faktor cuaca, perawatan mesin kapal secara berkala menjadi kunci utama untuk menghindari insiden serupa di masa depan. Pemerintah daerah dan otoritas pelabuhan perlu meningkatkan pengawasan terhadap setiap kapal yang akan bertolak, memastikan semua prosedur evakuasi darurat telah dipahami oleh awak kapal. Edukasi bagi nelayan dan operator kapal mengenai penggunaan teknologi GPS dan alat komunikasi satelit juga harus terus digalakkan untuk mempercepat respons jika terjadi situasi darurat di tengah laut.

Ringkasan Cepat

  • SELAYAR - Tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil signifikan dalam misi pencarian korban kecelakaan laut yang menimpa KM Nurul Salsa.
  • Setelah melakukan penyisiran intensif selama beberapa hari, petugas menemukan dua jenazah yang mengapung di koordinat tertentu perairan Kepulauan Selayar.
  • Penemuan ini menjadi titik terang bagi keluarga korban yang telah menanti kepastian di posko darurat sejak kapal tersebut dilaporkan hilang kontak.Personel Basarnas…
Maya P. Rosalie
Maya P. Rosalie Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua