SAMARINDA – Perumdam Tirta Kencana Samarinda berkomitmen penuh mentransformasi sistem distribusi air bersih guna memenuhi ekspektasi pelanggan yang kian meningkat. Langkah strategis ini muncul sebagai respons konkret terhadap evaluasi kritis dari Komisi II DPRD Kota Samarinda yang menyoroti efektivitas pelayanan publik di sektor vital tersebut. Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin, menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan akselerasi perbaikan pada seluruh lini operasional, mulai dari hulu hingga ke titik keran rumah tangga.
Transformasi ini tidak hanya berfokus pada kuantitas distribusi, tetapi juga menyentuh aspek kualitas air yang harus memenuhi standar kesehatan ketat. Pihak manajemen menyadari bahwa pertumbuhan penduduk Samarinda yang pesat menuntut ketersediaan infrastruktur yang lebih tangguh dan modern. Oleh karena itu, sinkronisasi antara ketersediaan bahan baku air dengan kapasitas produksi menjadi prioritas utama dalam peta jalan perusahaan tahun ini.
Respons Terhadap Kritik dan Peningkatan Standar Kualitas
Manajemen Perumdam Tirta Kencana mengapresiasi masukan dari legislatif sebagai pemacu untuk meningkatkan kinerja organisasi. Dalam upayanya menyempurnakan layanan, perusahaan menerapkan beberapa poin evaluasi teknis yang mencakup:
- Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk memastikan kejernihan dan kelayakan konsumsi air tetap terjaga di atas standar minimal.
- Penggantian pipa transmisi yang sudah berusia tua untuk meminimalisir kebocoran teknis atau Non-Revenue Water (NRW).
- Penerapan sistem pemantauan tekanan air berbasis digital guna mendeteksi gangguan distribusi secara lebih dini dan akurat.
- Peningkatan respons tim reaksi cepat dalam menangani keluhan kebocoran atau hambatan distribusi yang dilaporkan masyarakat.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengejar target cakupan layanan 100 persen di seluruh wilayah administratif Samarinda. Perumdam juga terus berupaya mengintegrasikan sistem pengolahan air dengan teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan dan efisien secara operasional.
Strategi Distribusi dan Penguatan Infrastruktur Jangka Panjang
Selain fokus pada perbaikan kualitas, kelancaran distribusi air ke wilayah-wilayah yang selama ini memiliki tekanan rendah menjadi agenda mendesak. Kaharuddin menjelaskan bahwa pihaknya sedang memetakan kembali area-area blank spot atau wilayah yang belum tersentuh jaringan pipa primer. Penambahan booster pump di beberapa titik strategis diharapkan mampu mendorong aliran air ke daerah dataran tinggi atau pemukiman yang berada di ujung jaringan distribusi.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Perumdam Tirta Kencana juga memperhatikan regulasi pemerintah terkait standar kualitas air minum. Berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan, setiap penyedia layanan air bersih wajib menjamin keamanan air dari kontaminasi bakteri maupun zat kimia berbahaya. Hal ini sejalan dengan ambisi Samarinda sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang harus memiliki infrastruktur dasar berkualitas internasional.
Analisis: Urgensi Ketahanan Air Bagi Masyarakat Urban
Ketahanan air di wilayah perkotaan seperti Samarinda bukan sekadar masalah teknis, melainkan pilar ekonomi yang signifikan. Air bersih yang mengalir lancar akan menurunkan biaya hidup masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum. Sebagai bagian dari edukasi publik, pelanggan diharapkan juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian infrastruktur dengan cara:
- Melaporkan segera setiap ditemukan kebocoran pipa di fasilitas umum melalui kanal resmi perusahaan.
- Menggunakan air secara bijak dan hemat terutama saat terjadi kendala teknis pada sistem IPA.
- Memastikan instalasi air di dalam rumah tidak memiliki kebocoran yang tersembunyi guna menghindari pembengkakan tagihan.
Dengan strategi yang matang dan pengawasan yang ketat dari berbagai pihak, termasuk DPRD dan masyarakat, Perumdam Tirta Kencana optimis mampu menghadirkan layanan air bersih yang tidak hanya merata, tetapi juga berkualitas tinggi bagi seluruh warga Samarinda.






