KALTIMNEWSROOM.COM – Pengelolaan ruang publik di Kota Samarinda mendapat perhatian dari DPRD Samarinda. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta pemerintah tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga memastikan seluruh sarana tetap berfungsi dan kawasan tetap tertib.
Menurut Rohim, masyarakat membutuhkan ruang publik yang aman dan nyaman untuk beraktivitas. Karena itu, pemerintah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu melakukan pengawasan dan pemeliharaan secara berkala.
Ia menyoroti dua persoalan yang masih dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, yakni lampu penerangan yang tidak menyala serta kendaraan yang parkir di area yang tidak semestinya.
Abdul Rohim Minta Lampu Ruang Publik Samarinda Rutin Dicek
Rohim menilai pemerintah perlu memberi perhatian khusus terhadap fasilitas penerangan. Lampu memiliki peran penting ketika masyarakat menggunakan ruang publik pada malam hari.
Lampu yang tidak menyala dapat membuat kawasan tertentu menjadi kurang terang. Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi rasa aman pengunjung.
Karena itu, Rohim meminta OPD terkait mengecek lampu secara berkala. Petugas tidak perlu menunggu laporan masyarakat untuk mengetahui kerusakan fasilitas.
“Lampu yang mati harus segera dicek dan diperbaiki,” jelasnya.
Selain melakukan pengecekan, pemerintah juga perlu mencatat titik-titik lampu yang mengalami kerusakan. Data tersebut dapat membantu pemerintah menentukan prioritas perbaikan.
Parkir Sembarangan Perlu Ditertibkan
Selain penerangan, Rohim meminta pemerintah menata kendaraan di kawasan ruang publik. Ia menilai parkir sembarangan dapat mengganggu akses masyarakat.
Kendaraan yang berhenti di area yang bukan tempat parkir juga dapat mengurangi ruang aktivitas pengunjung. Bahkan, kondisi tersebut bisa mengganggu keselamatan jika kendaraan menutup akses tertentu.
“Parkir harus ditata. Jangan sampai mengganggu akses dan keselamatan pengunjung,” ucap Rohim.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu menentukan lokasi parkir secara jelas. Petugas juga harus mengawasi area tersebut agar pengunjung dapat menggunakan ruang publik dengan lebih leluasa.
OPD Samarinda Perlu Perkuat Pemeliharaan Fasilitas
Rohim mendorong OPD terkait membuat sistem pemeliharaan yang lebih teratur. Menurutnya, pemerintah dapat mencegah kerusakan semakin parah melalui pengecekan rutin.
Ia juga meminta OPD tidak menangani persoalan ruang publik secara sendiri-sendiri. Penerangan, parkir, kebersihan, keamanan, dan pemeliharaan fasilitas saling berkaitan dalam menciptakan kawasan yang nyaman.
“Fasilitas publik harus nyaman dan tertib,” tutur Rohim.
Dengan koordinasi yang lebih baik, pemerintah dapat mengetahui persoalan di lapangan lebih cepat. Selanjutnya, OPD dapat mengambil langkah sesuai kebutuhan tanpa menunggu keluhan warga semakin banyak.
DPRD Samarinda Buka Ruang Pembahasan Anggaran
Jika pemerintah membutuhkan tambahan anggaran untuk memperbaiki fasilitas ruang publik, DPRD Samarinda siap membahasnya melalui mekanisme APBD Perubahan.
Namun, Rohim meminta pemerintah menyiapkan data dan perencanaan yang jelas. Data kondisi fasilitas akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas dan kebutuhan pembiayaan.
“Kalau memang membutuhkan anggaran, tentu bisa dibahas sesuai mekanisme yang ada,” ucapnya.
Dengan perencanaan yang matang, pemerintah dapat mengarahkan anggaran pada fasilitas yang paling membutuhkan perbaikan.
Pengelolaan Ruang Publik Harus Berkelanjutan
Rohim menegaskan pemerintah harus memperhatikan kondisi fasilitas setelah pembangunan selesai. Pemeliharaan rutin menjadi bagian penting agar masyarakat terus mendapatkan manfaat dari ruang publik.
Ia berharap pemerintah segera mengecek lampu yang tidak menyala serta menata kendaraan yang menggunakan area publik.
Menurutnya, pengelolaan ruang publik yang baik tidak hanya menghasilkan kawasan yang terlihat rapi. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Masyarakat harus merasa aman dan nyaman,” jelasnya.
(Adv)





