TERKINI
Daerah

Pekerja di Jembatan Serong Depok Alami Kecelakaan Kerja Serius Saat Tebang Pohon

Evakuasi pekerja yang jatuh dari pohon setinggi 10 meter di kawasan Jembatan Serong, Depok, berlangsung dramatis. (Foto: news.detik.com)

DEPOK – Insiden memilukan menimpa seorang pria yang sedang menjalankan tugasnya melakukan pemangkasan pohon di kawasan Jembatan Serong, Cipayung, Depok. Pekerja tersebut mengalami kecelakaan fatal setelah tubuhnya terpental dari ketinggian sekitar lima hingga sepuluh meter saat tengah memotong dahan yang rimbun. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di area yang biasanya padat tersebut.

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa korban semula memanjat pohon tersebut tanpa kendala berarti. Namun, saat sedang mengoperasikan peralatan potong, dahan yang ia pijak diduga patah atau korban kehilangan keseimbangan sehingga tubuhnya langsung terhempas ke bawah. Benturan keras dengan permukaan tanah mengakibatkan korban menderita luka serius pada beberapa bagian tubuh, sehingga tim medis harus segera mengevakuasinya ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan penanganan darurat.

Kronologi dan Penanganan Darurat di Lokasi Kejadian

Pihak kepolisian dan petugas setempat segera mendatangi lokasi guna melakukan sterilisasi area dan membantu proses evakuasi. Berdasarkan informasi awal, korban sedang berupaya merapikan pohon yang dianggap membahayakan kabel listrik dan pengguna jalan. Sayangnya, peralatan keselamatan yang digunakan diduga belum memenuhi standar mitigasi risiko untuk pekerjaan di ketinggian ekstrem.

  • Ketinggian jatuh diperkirakan mencapai 10 meter dari permukaan tanah.
  • Korban segera mendapatkan pertolongan pertama dari warga sebelum ambulans tiba.
  • Pihak berwenang masih menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dalam prosedur kerja tersebut.
  • Kondisi lalu lintas di sekitar Jembatan Serong sempat tersendat selama proses evakuasi berlangsung.

Kejadian ini mengingatkan kita pada rentetan peristiwa serupa yang kerap terjadi di wilayah urban akibat minimnya pengawasan terhadap pekerja lepas. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini juga membuat tekstur kayu pohon menjadi lebih rapuh, sehingga meningkatkan risiko bagi siapa pun yang memanjat tanpa pengaman ganda.

Analisis Keselamatan Kerja dan Prosedur K3 Penebangan Pohon

Melihat frekuensi kecelakaan kerja yang melibatkan penebangan pohon, para ahli keselamatan kerja menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pekerjaan di ketinggian di atas 1,8 meter secara hukum mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, mulai dari helm pelindung, tali pengaman (safety harness), hingga sepatu dengan daya cengkeram tinggi.

Perusahaan atau pemberi kerja wajib memastikan bahwa setiap personil telah memiliki sertifikasi atau setidaknya pelatihan dasar mengenai cara memotong dahan dengan aman. Selain itu, penggunaan tangga atau *sky lift* sangat disarankan daripada memanjat secara manual untuk meminimalkan risiko terpental. Hal ini sejalan dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengenai standar bekerja di ketinggian.

Sebagai catatan tambahan, masyarakat harus lebih waspada saat mempekerjakan jasa tebang pohon mandiri. Pastikan mereka memiliki peralatan pendukung yang layak. Jangan sampai niat baik untuk merapikan lingkungan justru berujung pada tragedi yang merugikan nyawa dan materi. Pemerintah kota juga perlu memperketat pengawasan terhadap kontraktor pemeliharaan pohon di ruang publik agar insiden di Jembatan Serong ini tidak terulang kembali di masa depan.

Ringkasan Cepat

  • DEPOK - Insiden memilukan menimpa seorang pria yang sedang menjalankan tugasnya melakukan pemangkasan pohon di kawasan Jembatan Serong, Cipayung, Depok.
  • Pekerja tersebut mengalami kecelakaan fatal setelah tubuhnya terpental dari ketinggian sekitar lima hingga sepuluh meter saat tengah memotong dahan yang rimbun.
  • Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di area yang biasanya padat tersebut.Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa…
Maya P. Rosalie
Maya P. Rosalie Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua