TERKINI
Pendidikan

Hasil PISA 2025 dan Tantangan Literasi Anak Indonesia

Hasil PISA 2025 - Ilustrasi siswa menghadapi tantangan literasi di tengah era disrupsi teknologi dan AI.
Ilustrasi siswa menghadapi tantangan literasi di tengah era disrupsi teknologi dan AI. (Foto: bbc.com)

JAKARTA — Hasil PISA 2025 yang baru saja dirilis memberikan tamparan keras bagi dunia pendidikan nasional karena capaian literasi, numerasi, dan sains siswa Indonesia masih berada di bawah standar kompetensi minimum yang ditetapkan secara global. Oleh karena itu, target besar menuju visi Indonesia Emas kini menghadapi hambatan yang sangat serius, terutama di tengah arus disrupsi informasi digital yang semakin tidak terkendali setiap harinya.

Selain masalah pencapaian akademik yang rendah, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks akibat masifnya adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan pelajar. Sementara itu, para pengamat pendidikan menilai bahwa penggunaan teknologi ini sering kali tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai, sehingga berdampak langsung pada penurunan kemampuan berpikir kritis siswa secara keseluruhan di sekolah.

Ancaman Nyata dari Hasil PISA 2025

Berdasarkan data dari laporan resmi tersebut, tercatat bahwa sekitar 7 dari 10 anak Indonesia mengalami kesulitan yang signifikan dalam membedakan antara fakta dan opini. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena kemampuan dasar tersebut merupakan fondasi utama dalam menyaring berbagai informasi hoaks yang tersebar luas di internet. Oleh sebab itu, kegagalan dalam membangun nalar kritis sejak dini akan menciptakan generasi yang rentan terhadap manipulasi informasi digital.

  • Kemampuan membaca siswa berada di bawah kompetensi minimum.
  • Tingkat literasi sains dan matematika belum memenuhi standar global.
  • Tujuh dari sepuluh anak kesulitan membedakan fakta dan opini.
  • Adopsi AI di kalangan pelajar melonjak tanpa pendampingan memadai.

Dampak Masifnya AI di Dunia Pendidikan

Di satu sisi, kehadiran teknologi kecerdasan buatan memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar bagi sebagian siswa di berbagai daerah. Namun demikian, di sisi lain, ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi ini justru membuat pelajar malas berpikir secara mandiri dan analitis. Oleh karena itu, institusi pendidikan dituntut untuk segera melakukan transformasi kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan aspek pembentukan karakter.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk merespons temuan dari Hasil PISA 2025 ini secara komprehensif. Selain memperbaiki metode pengajaran di ruang kelas, peningkatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan AI secara bijak menjadi kunci utama agar para siswa tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki nalar kritis yang tajam demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Ringkasan Cepat

  • JAKARTA — Hasil PISA 2025 yang baru saja dirilis memberikan tamparan keras bagi dunia pendidikan nasional karena capaian literasi, numerasi, dan sains…
  • Oleh karena itu, target besar menuju visi Indonesia Emas kini menghadapi hambatan yang sangat serius, terutama di tengah arus disrupsi informasi digital…
  • Sementara itu, para pengamat pendidikan menilai bahwa penggunaan teknologi ini sering kali tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai, sehingga berdampak langsung…
Maya P. Rosalie
Maya P. Rosalie Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua