SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur (BPBD Kaltim) mengambil langkah taktis dalam menghadapi ancaman bencana tahunan. Oleh sebab itu, instansi ini bersama para mitra strategis mulai melakukan aksi nyata melalui metode semai garam cegah karhutla di berbagai titik rawan.
Upaya masif ini difokuskan untuk membasahi lahan gambut yang mulai mengering. Namun, operasi udara tersebut juga bertujuan memadamkan titik api aktif yang telanjur membakar hutan di sejumlah wilayah.
Strategi Modifikasi Cuaca di Langit Kaltim
Operasi teknologi modifikasi cuaca ini melibatkan sinergi lintas sektor yang solid. Karena ancaman kebakaran hutan dan lahan terus meningkat seiring perubahan iklim, langkah intervensi awan menjadi pilihan paling efektif.
Tim gabungan menyebarkan ratusan kilogram garam khusus ke dalam gumpalan awan potensial. Sementara itu, armada pesawat khusus dikerahkan untuk menjangkau wilayah pelosok yang sulit diakses melalui darat.
Dampak Nyata dan Daerah Sasaran
Metode ini terbukti mampu memicu hujan buatan di atas kawasan yang mengalami kekeringan ekstrem. Oleh karena itu, potensi meluasnya area terbakar dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
- Penyemaian garam di awan potensial wilayah rawan.
- Patroli udara terpadu bersama instansi terkait.
- Penebalan posko siaga darat di titik rawan.
Pemerintah daerah berharap langkah antisipatif ini bisa menekan angka kejadian bencana secara total. Namun, partisipasi aktif masyarakat tetap dibutuhkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.






