KALTIMNEWSROOM.COM, SANGATTA – Personel Satuan Kepolisian Air dan Udara (Sat Polairud) Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) baru saja melakukan aksi penyelamatan pemancing di Sangatta. Kejadian menegangkan ini menimpa dua orang warga yang sedang menyalurkan hobi di perairan Teluk Lombok. Kapal yang mereka gunakan tiba-tiba terbalik akibat hantaman ombak besar. Beruntung petugas kepolisian bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka segera mengevakuasi korban yang sudah terombang-ambing di tengah laut luas tersebut. Tindakan sigap ini berhasil mencegah adanya korban jiwa dalam insiden maritim ini.
Kronologi Penyelamatan Pemancing di Sangatta oleh Sat Polairud
Peristiwa ini bermula saat dua pemancing berangkat menuju perairan Teluk Lombok pada pagi hari. Cuaca di wilayah perairan Kutai Timur saat itu memang sedang sulit diprediksi. Namun tiba-tiba gelombang tinggi menghantam perahu kayu yang mereka tumpangi hingga terbalik. Alhasil kedua pemancing tersebut terpaksa bertahan dengan berpegangan pada badan kapal yang sudah tenggelam sebagian. Beruntung informasi mengenai kejadian ini segera sampai ke telinga petugas Sat Polairud Polres Kutim.
Berdasarkan keterangan resmi, “Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) melalui satuan kepolisian air dan udara (Sat Polairud) melakukan penyelamatan terhadap dua orang pemancing yang terombang-ambing di perairan Teluk Lombok, Sangatta”. Selanjutnya tim penyelamat langsung meluncur menggunakan kapal patroli cepat. Mereka menyisir koordinat terakhir yang dilaporkan oleh saksi mata. Meskipun gelombang cukup tinggi, petugas tetap melanjutkan misi kemanusiaan ini dengan penuh keberanian. Akhirnya tim berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi lemas namun masih sadar.
Berikut adalah beberapa detail penting dari proses evakuasi tersebut:
- Petugas menggunakan peralatan keselamatan lengkap seperti pelampung dan tali penyelamat.
- Kondisi perahu korban mengalami kerusakan cukup parah pada bagian lambung.
- Evakuasi berlangsung selama kurang lebih satu jam di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
- Kedua korban langsung mendapatkan perawatan medis setelah tiba di dermaga terdekat.
- Petugas juga mengamankan sisa peralatan pancing milik korban yang masih terapung.
Himbauan Keselamatan Berlayar dari Polres Kutim
Setelah melakukan penyelamatan pemancing di Sangatta, pihak kepolisian memberikan peringatan keras kepada masyarakat. Pasalnya cuaca ekstrem sering terjadi di perairan Kalimantan Timur belakangan ini. Hal ini sejalan dengan program keselamatan laut yang sering dikampanyekan oleh Pemprov Kaltim demi menekan angka kecelakaan. Petugas meminta para nelayan maupun pemancing untuk selalu membawa alat keselamatan diri. Penggunaan jaket pelampung atau life jacket adalah hal yang sangat wajib.
Selain itu para warga dihimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut. Kejadian serupa seringkali diberitakan dalam kanal Berita Daerah karena kurangnya kewaspadaan pelaku perjalanan laut. Bahkan pihak Polres Kutim menegaskan bahwa keselamatan nyawa harus menjadi prioritas utama di atas hobi. Sementara itu kedua korban yang selamat kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka mengaku sangat bersyukur atas bantuan cepat dari jajaran Sat Polairud Polres Kutim. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga Kota Sangatta yang sering beraktivitas di laut.






